BantuanHiburanNasionalSosial

Seluruh Korban Kebakaran Terra Drone Jakarta 2025 Teridentifikasi

duniakreasi.id Tim DVI RS Polri akhirnya menyelesaikan proses identifikasi seluruh korban kebakaran gedung Terra Drone, Jakarta Pusat. Mereka mengumumkan hasil akhir identifikasi pada Rabu, 10 Desember 2025, setelah bekerja intensif sejak para korban tiba di RS Polri. Penyampaian hasil itu membawa kejelasan bagi keluarga yang menunggu sejak insiden terjadi.

Kebakaran gedung Terra Drone menjadi salah satu tragedi paling memilukan di Jakarta sepanjang 2025. Api menyebar cepat dan mengepung pekerja yang sedang beraktivitas di dalam gedung. Asap pekat menguasai ruangan dan membuat banyak korban tidak sempat menyelamatkan diri. Proses identifikasi pun menjadi satu-satunya harapan keluarga untuk memastikan nasib anggota keluarga mereka.

Proses Identifikasi Berlangsung Bertahap

Tim DVI memulai identifikasi segera setelah menerima 22 kantong jenazah. Mereka memeriksa sidik jari, catatan gigi, rekam medis, serta properti yang melekat pada jasad. Setiap identifikasi berlangsung melalui prosedur ketat agar hasilnya akurat.

Pada hari pertama, tim berhasil mengonfirmasi tiga identitas. Sehari setelahnya, mereka menambah tujuh identitas lainnya. Kerja berlapis ini akhirnya menuntun mereka pada hasil lengkap: seluruh 22 korban sudah teridentifikasi. Tim mengumumkan penyelesaian rekonsiliasi pada pukul 15.30 WIB.

Tindakan cepat ini memperlihatkan bagaimana koordinasi antara polisi, tim forensik, dan rumah sakit berjalan efektif. Keluarga korban mengaku lebih tenang setelah menerima kepastian tersebut.

Penyerahan Jenazah kepada Keluarga

Setelah identifikasi selesai, RS Polri langsung menghubungi keluarga masing-masing korban. Petugas kemudian memandu proses administrasi, penyerahan, hingga pemulangan jenazah untuk dimakamkan. Suasana haru terlihat di ruang forensik, namun kepastian identitas memberi ruang bagi keluarga untuk menjalankan prosesi perpisahan dengan layak.

Pihak rumah sakit juga mengimbau keluarga untuk beristirahat dan memulihkan kondisi karena sebagian besar sudah menunggu selama berjam-jam sejak berita kebakaran menyebar.

Daftar Nama Korban yang Sudah Teridentifikasi

Berikut daftar lengkap 22 korban kebakaran Terra Drone Jakarta 2025 yang berhasil teridentifikasi:

  1. Siti Sa’addah Ningsih
  2. Emilia Salim Tan
  3. Ervina
  4. Chandra Faajriati
  5. Tahsya Larasati
  6. Sendy Wijaya
  7. Rayhansyah Pinago
  8. Chintia Leni
  9. Rosdiana
  10. Muh Ikhsanul Mirja
  11. Syaiful Fajar
  12. Assyifa Mulandar
  13. Pariyem
  14. Ninda Tan
  15. Muhammad Arief Budiman
  16. Muhammad Apriyana
  17. Della Yohana Simanjuntak
  18. Nazaellya Tsabita Nurazisha
  19. Athiniyah Isnaini Rasyidah
  20. Rufaidha Lathiifunnisa
  21. Novia Nurwana
  22. Yoga Valdier Yaseer

Keluarga korban kini memegang kepastian untuk memulai proses pemakaman dan doa bersama. Daftar ini juga membantu publik memahami betapa besar dampak dari kebakaran tersebut.

Penyebab Kebakaran Mulai Terkuak

Dari penyelidikan awal, polisi menduga sebuah baterai drone meledak di lantai dasar gedung. Ledakan itu memicu api yang kemudian menyebar ke beberapa ruangan. Asap tebal muncul dalam waktu singkat dan menyulitkan para pekerja untuk keluar.

Tim forensik menyimpulkan bahwa sebagian besar korban meninggal karena menghirup asap beracun dan karbon monoksida. Kondisi ruangan yang tertutup membuat gas berbahaya itu terperangkap dan memenuhi seluruh lantai gedung.

Dugaan ini menguatkan perlunya regulasi lebih ketat dalam penyimpanan baterai lithium, terutama di perusahaan yang bergerak di bidang teknologi drone dan perangkat elektronik.

Pelajaran Penting bagi Keamanan Gedung

Tragedi Terra Drone memberikan peringatan serius mengenai pentingnya manajemen keamanan gedung. Banyak gedung modern menyimpan perangkat dengan potensi bahaya tinggi seperti baterai lithium. Tanpa infrastruktur keamanan yang memadai, risiko ledakan atau kebakaran meningkat.

Beberapa ahli keselamatan menyarankan agar setiap gedung memasang alat pemadam otomatis, detektor asap tambahan, serta jalur evakuasi yang lebih terbuka. Mereka juga menekankan pentingnya edukasi keselamatan bagi pekerja agar mereka siap menghadapi keadaan darurat.

Selain itu, pemerintah juga menyerukan inspeksi berkala untuk gedung yang memiliki potensi risiko. Inspeksi ini menjadi langkah penting agar semua perusahaan dapat menilai kembali standar keamanan mereka.

Respons Pemerintah dan Langkah Lanjutan

Pemerintah pusat dan daerah merespons cepat insiden ini. Mereka memerintahkan penyelidikan menyeluruh terhadap penyebab kebakaran dan menegaskan bahwa kasus ini harus menghasilkan pembaruan regulasi. Beberapa pejabat juga meminta seluruh pemilik gedung untuk melakukan audit sistem keamanan secara mandiri.

Menteri terkait menegaskan bahwa keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama. Ia juga meminta perusahaan teknologi untuk mengikuti standar penyimpanan komponen berisiko tinggi.

Sementara itu, keluarga korban mendapat pendampingan psikologis dari lembaga sosial dan pemerintah daerah. Pendampingan ini membantu mereka menghadapi trauma setelah menerima kabar kehilangan secara mendadak.

Duka Mendalam dan Seruan untuk Perubahan

Masyarakat luas menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini. Banyak pihak berharap tragedi Terra Drone menjadi titik balik bagi penguatan regulasi keselamatan gedung di Indonesia.

Kebakaran tersebut bukan hanya memakan korban jiwa, tetapi juga mengungkapkan kelemahan besar dalam kesiapsiagaan bangunan modern. Dengan meningkatnya penggunaan teknologi listrik dan baterai, standar keselamatan harus menyesuaikan perkembangan tersebut.

Harapan publik kini tertuju pada langkah pemerintah, pengelola gedung, dan seluruh sektor industri untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *