DuniaHiburanNasionalSosial

Sopir Mobil MBG Tabrak SD di Jakarta Utara Masih Diperiksa, Polisi Dalami Penyebab

duniakreasi.id – Pihak kepolisian terus memeriksa sopir mobil operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah kendaraan tersebut menabrak siswa dan guru di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara. Polisi menyelidiki penyebab kecelakaan dan menelusuri apakah insiden itu muncul karena kelalaian atau unsur kesengajaan.


Kronologi Kejadian

Insiden terjadi pada Kamis pagi, sekitar pukul 07.39 WIB, ketika para siswa dan guru mengikuti kegiatan di halaman sekolah. Sebuah mobil putih Daihatsu Gran Max yang berfungsi sebagai kendaraan operasional MBG melaju kencang ke arah gerbang. Mobil itu menabrak pagar, lalu masuk ke halaman dan menghantam kerumunan siswa.

Sopir yang kini berada di Polres Jakarta Utara menjelaskan bahwa ia datang untuk mengantar makanan. Saat melewati tanjakan, ia berniat menginjak pedal rem tetapi malah menekan pedal gas. Mobil itu langsung meluncur tanpa kontrol ke dalam sekolah.

Tim penyidik kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Mereka memeriksa sopir dan kernet, serta menelusuri alur kejadian. Aparat belum menarik kesimpulan, karena mereka masih memisahkan apakah insiden ini murni kecelakaan atau ada faktor kesengajaan.


Korban dan Penanganan

Kecelakaan tersebut menyebabkan 20 orang terluka, terdiri dari 19 siswa dan 1 guru. Tenaga kesehatan membawa lima korban ke RSUD Koja, 14 korban ke RSUD Cilincing, dan satu korban ke puskesmas terdekat.

Tim pemulihan psikologis mulai mendampingi para korban dan keluarga. Di sisi lain, penyidik dari Ditreskrimum dan Ditlantas Polda Metro Jaya turun langsung untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan menyeluruh.


Respons Instansi dan Pemerintah

Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, mengunjungi lokasi kejadian serta rumah sakit tempat korban dirawat. Ia menegaskan komitmen penyidik untuk mengusut tuntas motif dan faktor penyebab kecelakaan.

Pejabat Program MBG menyampaikan bahwa sopir yang membawa kendaraan pada hari kejadian bukan sopir tetap. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa mobil MBG biasanya mengantar makanan seperti biasa, tetapi hari itu mobil dikendalikan sopir pengganti yang diduga kehilangan kontrol saat mendekati sekolah.


Tantangan Penyelidikan

Penyidik menghadapi sejumlah kendala dalam menemukan penyebab utama kecelakaan. Rekaman CCTV menunjukkan mobil menghantam pagar dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak para siswa. Namun, penyidik perlu memastikan apakah kesalahan teknis, human error, atau faktor lain memicu kejadian tersebut.

Tim kepolisian menyesuaikan keterangan sopir dengan temuan di lapangan. Mereka meneliti kondisi rem, pedal, tanjakan, dan lingkungan sekitar sekolah untuk memastikan pergerakan mobil sebelum tabrakan. Mereka juga menelusuri indikasi kelalaian berat atau potensi unsur kesengajaan.


Implikasi dan Tindakan Ke Depan

Kecelakaan ini memunculkan kekhawatiran baru terkait keamanan kendaraan operasional MBG, terutama saat kendaraan memasuki kawasan sekolah. Pemerintah daerah dan pihak penyelenggara perlu mengevaluasi ulang standar operasional pengantaran makanan, termasuk kompetensi sopir, kondisi kendaraan, dan prosedur keselamatan.

Keluarga korban meminta kejelasan terkait penyebab insiden. Jika penyidik menemukan unsur kelalaian atau kesengajaan, aparat penegak hukum akan menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan.

Pihak berwenang memastikan bahwa proses penyelidikan berlangsung transparan. Setelah pemeriksaan saksi, olah TKP, dan analisis kendaraan selesai, polisi akan mempublikasikan hasil resmi. Hingga saat itu, masyarakat dan orang tua siswa diimbau tetap tenang namun tetap waspada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *