BantuanDuniaSosialWisata

Penembakan Mematikan di Pantai Bondi: 16 Orang Tewas, Pemerintah Australia Janji Tindak Tegas

duniakreasi.id – Sydney, Australia – Tragedi mengguncang Pantai Bondi, Sydney, pada Minggu sore, 14 Desember 2025. Dua pria menembaki kerumunan pengunjung yang tengah merayakan Hari Raya Hanukkah. Insiden ini menjadi salah satu serangan paling mematikan di Australia dalam tiga dekade terakhir.

Polisi New South Wales mengonfirmasi bahwa 16 orang tewas, termasuk seorang anak. Puluhan orang lain terluka akibat tembakan yang dilepaskan di lokasi wisata populer ini.


Kronologi Insiden

Serangan dimulai sekitar pukul 18.45 waktu setempat. Ratusan pengunjung sedang mengikuti perayaan “Chanukah by the Sea” di Bondi Beach Park Playground.

Dua pelaku berdiri di jembatan pejalan kaki dekat lokasi dan melepaskan tembakan ke arah kerumunan.

Polisi NSW yang sedang patroli merespons segera setelah mendapat laporan. Satu pelaku tewas akibat tembakan aparat. Pelaku lainnya ditangkap dalam kondisi kritis dan langsung dibawa ke rumah sakit.

Saksi mata menyebutkan suasana menjadi “chaos total”. Pengunjung berlarian, anak-anak menangis, dan keluarga terpisah di tengah suara tembakan.


Korban dan Penanganan Medis

Lebih dari 40 orang terluka dalam serangan ini. Dua di antaranya merupakan petugas kepolisian yang pertama tiba di lokasi.

Tim medis mengevakuasi korban luka ke berbagai rumah sakit di Sydney. Ambulans, helikopter, dan tim darurat dikerahkan.

Korban tewas mencakup berbagai usia, dari anak-anak hingga lansia. Salah satu korban adalah gadis berusia 10 tahun. Kematian ini membuat komunitas lokal berduka mendalam.


Motif Serangan

Pihak berwenang Australia segera menyatakan bahwa serangan itu merupakan tindakan teror berkemungkinan bermotif antisemitisme karena dilakukan saat komunitas Yahudi tengah merayakan Hanukkah, salah satu hari besar mereka. Perdana Menteri Anthony Albanese menyebut serangan ini sebagai aksi kekerasan yang “penuh kebencian dan teror”.

Polisi juga menemukan bendera dan artefak yang mencurigakan di dalam kendaraan para pelaku, serta sejumlah senjata api yang terdaftar atas nama salah satu tersangka, yang menimbulkan pertanyaan serius tentang kontrol kepemilikan senjata di Australia.


Tanggapan Pemerintah Australia

Pemerintah Australia langsung merespons dengan keras kejadian ini. Perdana Menteri Albanese menyimpulkan peristiwa itu sebagai serangan teror yang menargetkan komunitas tertentu dan menyerukan tindakan tegas untuk melindungi warga dari kebencian ekstrem. Ia menyatakan solidaritas kepada komunitas Yahudi dan semua korban yang terdampak tragedi ini.

Selain itu, Albanese mengumumkan rencana untuk memperketat undang‑undang senjata api nasional. Pemerintah mempertimbangkan pembatasan lebih ketat terhadap jumlah senjata yang boleh dimiliki oleh satu orang, durasi lisensi, serta pemeriksaan latar belakang yang lebih intensif. Keputusan ini muncul setelah diketahui bahwa salah satu pelaku memiliki lebih dari enam senjata terdaftar secara legal meskipun Australia selama ini dikenal dengan regulasi senjata yang ketat.


Reaksi Dunia Internasional

Tragedi ini memicu reaksi global. Para pemimpin dunia, termasuk dari Amerika Serikat, Prancis, dan negara lain, mengirimkan ucapan belasungkawa kepada pemerintah dan keluarga korban, serta mengecam aksi kekerasan tersebut. Banyak pemimpin menekankan pentingnya solidaritas antar kelompok masyarakat serta perlunya tindakan nyata untuk memperangi kebencian dan eksremisme. Reuters

Masyarakat internasional, termasuk organisasi hak asasi manusia, juga menyerukan agar Australia memperkuat langkah antiteror dan langkah pencegahan terhadap serangan bermotif kebencian serupa di masa depan.


Pasca Serangan: Polisi dan Keamanan

Setelah insiden, Polisi NSW menetapkan kawasan Bondi Beach sebagai zona yang dilarang dikunjungi sementara waktu. Petugas menerapkan upaya penjagaan ekstra, membatasi akses publik dan melakukan penyelidikan lanjutan terhadap bukti yang ditemukan di lokasi.

Tim penjinak bom juga turun tangan setelah menemukan benda mencurigakan di kendaraan salah satu pelaku. Polisi menonaktifkan benda tersebut tanpa korban tambahan, namun operasi ini menambah tekanan pada penyelidikan yang sedang berlangsung.

Selain itu, aparat keamanan memperluas pemeriksaan di sejumlah lokasi yang terkait dengan para pelaku untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan terhadap publik.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *