Satu Pendaki Ilegal Ditemukan Lemas, Operasi Pencarian Berlanjut di Gunung Merapi
Duniakreasi.id — Klaten — Tim SAR gabungan menemukan satu dari dua pendaki ilegal yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Merapi. Petugas menemukan korban dalam kondisi sadar namun sangat lemas. Sementara itu, pencarian terhadap satu pendaki lain masih terus berlangsung hingga hari ini.
Peristiwa ini terjadi di jalur pendakian Kalitalang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Jalur tersebut dikenal memiliki medan terjal dan tingkat risiko tinggi. Aktivitas pendakian di kawasan itu juga masih dibatasi karena status aktivitas Gunung Merapi.
Tim SAR menerima laporan kehilangan pada Sabtu malam. Sejak saat itu, petugas langsung menggelar operasi pencarian secara intensif. Berbagai unsur terlibat dalam misi kemanusiaan ini.
Kronologi Awal Hilangnya Pendaki
Kejadian bermula ketika tiga orang melakukan pendakian tanpa izin resmi. Mereka masuk kawasan Gunung Merapi melalui jalur Kalitalang pada Sabtu dini hari. Jalur tersebut tidak dibuka untuk umum.
Salah satu dari mereka berhasil turun lebih awal. Namun, dua rekannya tidak kunjung kembali hingga sore hari. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran.
Rekan korban kemudian melaporkan kejadian itu kepada warga setempat. Warga langsung meneruskan laporan kepada aparat dan Basarnas. Tim SAR segera bergerak menuju lokasi.
Petugas menemukan sepeda motor milik pendaki terparkir di dekat permukiman warga. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa mereka masuk jalur pendakian secara ilegal.
Operasi Pencarian Dimulai
Tim SAR gabungan memulai pencarian sejak Minggu pagi. Petugas membagi area pencarian menjadi beberapa sektor. Setiap tim menyisir jalur dan area yang berpotensi dilalui korban.
Medan yang curam dan vegetasi rapat memperlambat pergerakan tim. Selain itu, cuaca berkabut juga mengurangi jarak pandang. Meski begitu, petugas tetap melanjutkan pencarian dengan metode manual.
Relawan dan warga lokal ikut membantu proses pencarian. Mereka memberikan informasi mengenai jalur-jalur kecil yang biasa digunakan pendaki.
Koordinasi antarunsur berjalan intensif. Tim SAR memprioritaskan keselamatan petugas selama operasi berlangsung.
Satu Pendaki Ditemukan dalam Kondisi Lemas
Pada hari kedua pencarian, tim SAR berhasil menemukan satu pendaki bernama Panji Rizkyawan, berusia 20 tahun. Petugas menemukannya di area lereng dengan kondisi sangat lemas.
Panji masih dalam keadaan sadar saat tim tiba. Ia mengeluhkan kelelahan dan nyeri pada bagian kaki. Luka ringan terlihat pada telapak kakinya akibat medan berbatu.
Tim medis langsung memberikan pertolongan pertama di lokasi. Setelah kondisi korban stabil, petugas mengevakuasinya menuju posko SAR.
Proses evakuasi memakan waktu cukup lama. Tim harus melewati jalur sempit dan licin. Petugas tetap menjaga kondisi korban selama perjalanan turun.
Kondisi Korban Saat Dievakuasi

Setelah tiba di posko, tim medis kembali memeriksa kondisi Panji. Korban mengalami dehidrasi ringan dan kelelahan ekstrem. Namun, kondisinya dinilai stabil.
Petugas kemudian membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Pihak keluarga juga telah menerima informasi resmi mengenai kondisi korban.
Menurut keterangan petugas, korban mengaku terpisah dari rekannya saat berada di jalur. Ia tidak mampu melanjutkan perjalanan karena kondisi fisik menurun.
Pencarian Pendaki Kedua Terus Dilanjutkan
Meski satu korban telah ditemukan, tim SAR belum menemukan pendaki kedua. Petugas terus melanjutkan pencarian dengan memperluas area penyisiran.
Tim menambah jumlah personel dan memperpanjang waktu pencarian. Mereka juga menyesuaikan strategi berdasarkan evaluasi lapangan.
Petugas mewaspadai perubahan cuaca yang bisa menghambat operasi. Kabut tebal dan hujan ringan kerap muncul di sore hari.
Koordinator SAR menyatakan pencarian akan terus berlanjut selama peluang masih ada. Keselamatan korban tetap menjadi prioritas utama.
Tantangan Medan Gunung Merapi
Gunung Merapi memiliki karakter medan yang kompleks. Jalur berbatu, pasir vulkanik, dan lereng curam menjadi tantangan utama.
Selain itu, aktivitas vulkanik membuat kawasan tertentu berbahaya. Pendaki yang masuk tanpa izin menghadapi risiko tinggi.
Petugas SAR harus bekerja ekstra hati-hati. Setiap langkah membutuhkan perhitungan matang agar tidak memicu kecelakaan baru.
Kondisi tersebut menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan pendakian.
Peran Warga dan Relawan
Warga Desa Balerante berperan aktif dalam membantu pencarian. Mereka memberikan petunjuk jalur dan kondisi medan terkini.
Relawan pecinta alam juga ikut terlibat. Mereka membantu penyisiran di area yang sulit dijangkau.
Kolaborasi antara warga, relawan, dan petugas mempercepat proses pencarian. Sinergi ini menjadi faktor penting dalam operasi SAR.
Imbauan kepada Masyarakat dan Pendaki
Pihak berwenang kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pendakian ilegal. Aktivitas tersebut berisiko tinggi dan melanggar aturan.
Pendaki diminta selalu mematuhi prosedur resmi. Pendaftaran, pemeriksaan perlengkapan, dan pemantauan cuaca menjadi hal wajib.
Gunung Merapi bukan hanya destinasi wisata. Kawasan ini juga memiliki potensi bahaya yang serius.
Kepatuhan terhadap aturan dapat mencegah kejadian serupa di masa depan.
Penutup
Kasus pendaki ilegal di Gunung Merapi menjadi pengingat penting bagi semua pihak. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama.
Temuan satu korban dalam kondisi selamat memberi harapan. Namun, upaya pencarian korban kedua masih membutuhkan dukungan dan doa.
Tim SAR terus bekerja dengan dedikasi tinggi. Masyarakat diharapkan menghormati proses pencarian dan mematuhi aturan yang berlaku.
