Hamas Konfirmasi Kematian Abu Obeida: Jubir Baru Wariskan Gelar
Duniakreasi.id — Hamas akhirnya mengonfirmasi kematian Abu Obeida, juru bicara terkenal sayap militernya, Ezzedine al-Qassam Brigades. Pengumuman itu muncul melalui video resmi pada Senin malam. Jubir baru muncul dan menyatakan bahwa mereka mewarisi gelar Abu Obeida, menunjukkan kesinambungan kepemimpinan.
Abu Obeida dikenal luas sebagai wajah komunikasi Hamas dalam konflik dengan Israel. Identitas aslinya jarang diketahui publik. Video resmi mengungkap nama asli Abu Obeida, yaitu Hudhayfah Samir Abdullah al-Kahlout. Jubir baru menekankan bahwa kelompok akan terus melanjutkan perjuangan dan strategi yang telah dibangun Abu Obeida.
Kematian Abu Obeida
Israel sebelumnya mengklaim menewaskan Abu Obeida dalam serangan udara di Gaza City pada Agustus 2025. Namun, Hamas tidak segera mengakui kematian tersebut. Spekulasi pun merebak di media internasional. Pada Desember 2025, Hamas akhirnya mengonfirmasi kematian sang juru bicara. Mereka menyebut Abu Obeida telah “syahid” dalam perjuangan mereka.
Selain Abu Obeida, Hamas juga menyebut sejumlah tokoh senior tewas dalam operasi militer Israel. Pengumuman ini menguatkan klaim Israel bahwa mereka menarget pemimpin Hamas yang berperan penting dalam konflik.
Dampak Strategis
1. Komunikasi dan Propaganda
Abu Obeida merupakan wajah komunikasi militer Hamas. Ia menyampaikan pernyataan resmi tentang operasi militer dan pesan moral kepada pendukung. Tanpa dia, Hamas harus menyusun ulang strategi propaganda mereka agar pesan tetap efektif.
2. Pesan Kepada Lawan dan Pendukung
Jubir baru yang mewarisi gelar Abu Obeida menunjukkan bahwa Hamas tetap tangguh dan konsisten. Pernyataan ini menegaskan struktur organisasi tetap kuat meski banyak tokoh penting gugur.
3. Reaksi Internasional
Pengumuman Hamas datang saat tekanan diplomatik meningkat. Negara-negara internasional menyerukan gencatan senjata dan dialog damai. Namun, kematian Abu Obeida menambah kompleksitas proses diplomasi.
Tokoh Lain yang Juga Tewas
Hamas juga menyebut Mohammed Sinwar, mantan pemimpin Gaza, tewas dalam konflik ini. Militer Israel sebelumnya menarget Sinwar beberapa bulan sebelum kematian Abu Obeida diumumkan. Beberapa komandan lain juga tewas. Peristiwa ini menunjukkan struktur kepemimpinan Hamas terguncang, tetapi mereka tetap bertahan.
Dampak Terhadap Konflik
Kematian Abu Obeida menandai fase baru dalam konflik Israel–Hamas. Konflik telah menimbulkan ribuan korban dan krisis kemanusiaan di Gaza. Pergantian juru bicara memengaruhi strategi komunikasi dan pesan politik Hamas. Israel melihat peristiwa ini sebagai bukti Hamas tetap mampu bertahan secara struktural.
Kesimpulan
Dengan penunjukan jubir baru, Hamas ingin menunjukkan ketahanan organisasi. Mereka mempertahankan kesinambungan ideologi dan strategi meski menghadapi tekanan berat. Peristiwa ini menegaskan bahwa konflik masih jauh dari penyelesaian.
