Kronologi Lengkap Bus Transjakarta Tabrak Tiang di Tanjung Barat: 1 Penumpang Luka
duniakreasi.id – Jakarta — Insiden kecelakaan tunggal yang melibatkan salah satu armada bus Transjakarta terjadi pada Senin, 12 Januari 2026, di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Peristiwa ini mengakibatkan satu penumpang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Kejadian ini kini menjadi sorotan masyarakat dan pihak berwenang tengah melakukan investigasi mendalam atas penyebab dan dampaknya.
Kecelakaan tersebut terjadi pada sore hari sekitar pukul 15.45 WIB, saat bus listrik Transjakarta yang melayani rute NBRT 4B dari Stasiun Manggarai menuju Universitas Indonesia (UI) melaju di Jalan Raya Pasar Minggu. Bus yang melaju dari arah selatan menuju utara tiba-tiba mengalami kondisi “out of control” atau kehilangan kendali saat melintas di bawah kolong flyover Tol JORR di wilayah Tanjung Barat.
Bagian Depan Bus Menabrak Tiang Beton
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, tampak bagian depan bus menabrak sebuah tiang gardu listrik beton. Dampak benturan jelas terlihat pada bodi depan bus, termasuk kerusakan parah pada kaca dan struktur depan kendaraan. Potongan-potongan material juga berserakan di sekitar lokasi kejadian, menandakan betapa kuatnya benturan yang terjadi.
Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan pengamanan dan pemeriksaan awal. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin menjelaskan bahwa berdasarkan temuan awal, kecelakaan diduga terjadi karena sopir kurang berhati-hati saat melewati area tersebut. “Setibanya di kolong layang tol JORR, diduga kurang hati-hati sehingga bus menabrak tiang,” ungkap Komarudin kepada media.
Korban Luka dan Penanganan Medis
Akibat kecelakaan ini, satu penumpang mengalami luka-luka. Tim medis yang tiba di lokasi segera mengevakuasi korban dan membawa ke Rumah Sakit Pasar Rebo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi mengenai kondisi terkini korban dari pihak rumah sakit.
PT Transjakarta juga mengonfirmasi bahwa semua biaya pengobatan korban akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak operator, sesuai dengan komitmen perusahaan terhadap keselamatan pelanggan. Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi DPM, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian yang terjadi. “Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut,” jelasnya.
Permintaan Maaf dan Komitmen Perusahaan
Dalam pernyataannya, Transjakarta menegaskan bahwa keselamatan pelanggan adalah prioritas utama. Perusahaan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kejadian ini untuk mencegah insiden serupa di masa depan. Investigasi dilakukan bersama dengan Ditlantas Polda Metro Jaya untuk mengidentifikasi penyebab pasti kecelakaan. Jika ditemukan unsur kelalaian, pihak operator maupun pengemudi akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Komitmen ini menjadi penting mengingat peran Transjakarta sebagai salah satu moda transportasi publik utama di ibu kota. Armada bus yang beroperasi di rute-rute strategis harus memenuhi standar keselamatan tertinggi demi kenyamanan dan perlindungan penumpang.
Dampak Lalu Lintas di Lokasi Kejadian
Kecelakaan tunggal ini juga sempat memengaruhi arus lalu lintas di Jalan Raya Pasar Minggu. Banyak kendaraan di sekitar lokasi menurunkan kecepatan akibat kondisi jalan yang sedikit tersendat. Situasi ini mengakibatkan antrean kendaraan, terutama pada jam sibuk sore hari. Petugas kepolisian lalu lintas kemudian dikerahkan untuk membantu mengatur arus kendaraan agar tidak semakin macet.
Masyarakat sekitar lokasi kejadian juga sempat berhenti dan mengamati proses evakuasi bus. Beberapa warga menyatakan rasa prihatin melihat kerusakan yang dialami bus serta kondisi korban yang harus mendapat perawatan. Hal ini sekaligus membuka diskusi tentang pentingnya disiplin dan kewaspadaan pengemudi di kawasan padat kendaraan.
Riwayat Insiden Transportasi Publik di Jakarta
Insiden semacam ini bukanlah pengalaman pertama yang melibatkan transportasi publik di Jakarta. Sebelumnya, sejumlah kejadian serupa pernah terjadi, seperti kecelakaan bus Transjakarta yang menabrak fasilitas umum atau menyebabkan gangguan layanan. Dalam beberapa kasus, masyarakat dan DPRD bahkan meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional bus termasuk perekrutan dan pelatihan pengemudi.
Pengelola moda transportasi publik dituntut untuk memperbaiki sistem monitoring serta meningkatkan pelatihan bagi pengemudi agar kejadian yang membahayakan keselamatan pelanggan tidak terulang. Regulasi yang ketat dan pemeliharaan armada secara berkala juga menjadi sorotan penting dalam upaya peningkatan kualitas layanan.
Tanggapan Publik dan Harapan Masa Depan
Menanggapi kejadian ini, berbagai pihak berharap bahwa Transjakarta dan instansi terkait dapat lebih proaktif dalam menerapkan tindakan preventif, termasuk evaluasi rute yang rawan kecelakaan, pembaruan teknologi keselamatan dalam armada, hingga program pengawasan berkala terhadap perilaku sopir di lapangan.
Warga pengguna layanan transportasi publik juga berharap adanya transparansi dalam hasil investigasi serta langkah nyata yang diambil setelah kejadian ini. Hal tersebut dipandang penting sebagai bagian dari akuntabilitas penyedia layanan kepada publik.
Kesimpulan
Kecelakaan yang menimpa bus Transjakarta di Tanjung Barat pada 12 Januari 2026 merupakan peristiwa serius yang menarik perhatian publik. Dengan satu penumpang yang luka, permintaan maaf resmi dari Transjakarta, serta komitmen jaminan biaya pengobatan, kejadian ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi keselamatan transportasi publik di Jakarta. Investigasi menyeluruh kini menjadi fokus pihak berwenang untuk memastikan bahwa insiden serupa tidak akan terulang di masa mendatang.
