BantuanDuniaSosial

Eks PM Qatar Dorong Pembentukan Blok Pertahanan Strategis Empat Negara

Duniakreasi.id — DOHA — Mantan Perdana Menteri Qatar, Sheikh Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani, menyerukan pembentukan blok pertahanan strategis yang melibatkan empat negara utama. Negara tersebut meliputi Mesir, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Ia menilai langkah ini penting untuk menjaga stabilitas kawasan di tengah perubahan geopolitik global.

Sheikh Hamad menyampaikan pandangannya melalui unggahan di media sosial X. Ia menekankan bahwa dinamika politik internasional kini bergerak cepat. Menurutnya, negara-negara kawasan tidak bisa lagi hanya bergantung pada aliansi tradisional dengan Barat.


🌍 Perubahan Geopolitik Jadi Pemicu Utama

Sheikh Hamad menilai kebijakan negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat, mengalami pergeseran signifikan. Fokus keamanan Washington tidak lagi sepenuhnya tertuju pada Timur Tengah. Kondisi ini memaksa negara-negara regional untuk memperkuat pertahanan secara mandiri.

Ia menyebut ketidakpastian global sebagai ancaman nyata. Konflik regional, rivalitas kekuatan besar, dan krisis politik memperbesar risiko instabilitas. Oleh karena itu, negara-negara besar Muslim perlu membangun sistem pertahanan bersama yang solid.


🛡️ Empat Negara Dinilai Punya Fondasi Kuat

Sheikh Hamad menyebut Mesir, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan sebagai pilar utama aliansi. Keempat negara ini memiliki kekuatan militer, pengaruh politik, serta posisi strategis di kawasan masing-masing.

🇸🇦 Arab Saudi

Arab Saudi memegang peran penting dalam politik Timur Tengah. Kerajaan ini memiliki kapasitas ekonomi besar dan pengaruh diplomatik luas. Keunggulan tersebut menjadikannya aktor kunci dalam blok pertahanan regional.

🇵🇰 Pakistan

Pakistan memiliki kekuatan militer signifikan dan pengalaman panjang dalam kerja sama pertahanan. Negara ini juga menjalin hubungan erat dengan banyak negara Muslim. Faktor tersebut memperkuat posisinya dalam aliansi strategis.

🇹🇷 Turki

Turki menguasai teknologi pertahanan modern dan memiliki industri militer yang berkembang pesat. Letaknya yang strategis di persimpangan Asia dan Eropa memperbesar nilai geopolitiknya.

🇪🇬 Mesir

Mesir berperan sebagai kekuatan militer utama di Afrika Utara. Negara ini juga aktif dalam diplomasi regional. Pengalaman tersebut memperkuat stabilitas blok yang diusulkan.


🤝 Kesepakatan Awal Sudah Terbentuk

Sheikh Hamad mengungkapkan bahwa Arab Saudi dan Pakistan telah menandatangani kesepakatan pertahanan strategis pada 2025. Kesepakatan ini menjadi fondasi awal bagi pembentukan aliansi yang lebih luas.

Ia menyebut langkah tersebut sebagai sinyal positif. Menurutnya, Turki dan Mesir dapat segera bergabung jika terdapat kemauan politik yang sama. Kerja sama ini berpotensi berkembang menjadi struktur pertahanan regional permanen.


🧭 Tidak Ditujukan untuk Memusuhi Negara Lain

Sheikh Hamad menegaskan bahwa blok pertahanan ini tidak bertujuan menghadapi atau mengisolasi negara tertentu. Ia secara khusus menyebut Iran sebagai negara Muslim besar yang harus diperlakukan secara seimbang.

Ia menolak gagasan aliansi berbasis konfrontasi. Menurutnya, tujuan utama blok ini adalah menjaga keamanan dan stabilitas kawasan. Pendekatan defensif dinilai lebih relevan dibanding strategi ofensif.


📉 Belajar dari Kegagalan Masa Lalu

Dalam pernyataannya, Sheikh Hamad menyinggung Kesepakatan Damaskus tahun 1990. Ia menilai kesepakatan tersebut gagal karena perencanaan yang terburu-buru dan kurang matang.

Ia menekankan pentingnya desain aliansi yang realistis. Negara-negara anggota harus menyepakati visi jangka panjang, struktur komando, dan mekanisme pengambilan keputusan yang jelas.


🌐 Negara Teluk Didorong Ikut Bergabung

Sheikh Hamad juga mengajak negara-negara Teluk lainnya untuk mendukung atau bergabung. Menurutnya, negara dengan wilayah dan populasi kecil membutuhkan perlindungan kolektif.

Ia menilai kerja sama regional akan memperkuat posisi tawar kawasan. Selain itu, solidaritas pertahanan dapat mengurangi ketergantungan pada kekuatan eksternal.


⚖️ Tantangan Implementasi Masih Besar

Meski gagasan ini ambisius, tantangan tetap membayangi. Perbedaan kepentingan nasional menjadi kendala utama. Hubungan bilateral antarnegara juga tidak selalu berjalan mulus.

Namun, Sheikh Hamad optimistis. Ia percaya kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas akan mengalahkan perbedaan. Menurutnya, dialog terbuka menjadi kunci keberhasilan.


📌 Kesimpulan

Seruan Sheikh Hamad bin Jassim mencerminkan kebutuhan baru dalam keamanan regional. Pembentukan blok pertahanan strategis Mesir, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan berpotensi mengubah peta geopolitik kawasan.

Jika negara-negara tersebut mampu menyatukan visi dan kepentingan, aliansi ini dapat menjadi kekuatan stabilisator baru. Di tengah dunia yang semakin tidak pasti, kerja sama pertahanan regional menjadi langkah rasional dan strategis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *