AS Memperkuat Blokade Maritim, Menyita Kapal Tanker Minyak di Karibia
Duniakreasi.id — Amerika Serikat memperkuat blokade maritim terhadap perdagangan minyak Venezuela. Washington ingin menekan pendapatan minyak Venezuela dan menegakkan sanksi terhadap perdagangan ilegal.
Pada 15 Januari 2026, pasukan Angkatan Laut dan Penjaga Pantai AS mencegat kapal tanker Veronica, berbendera Guyana, karena terlibat pengiriman minyak ilegal. Pasukan menaiki kapal pada dini hari dan langsung mengamankan seluruh awak.
AS Menargetkan Kapal-kapal yang Menghindari Sanksi
Komando Selatan AS menyatakan mereka menahan kapal tanker yang mencoba menghindari sanksi. Sejak Desember 2025, AS menahan beberapa kapal karena melanggar aturan sanksi atau ketentuan maritim.
Kapal Veronica menjadi kapal keenam yang ditahan dalam beberapa pekan terakhir. Strategi Operation Southern Spear menggabungkan operasi militer dan tindakan hukum untuk menghentikan perdagangan minyak ilegal dari Venezuela.
Latar Belakang Blokade
AS memberlakukan sanksi ketat untuk menekan Venezuela. Washington menuduh rezim Maduro menggunakan pendapatan minyak untuk mendukung kegiatan yang merusak stabilitas regional.
Blokade kini menargetkan kapal-kapal yang membantu perdagangan minyak ilegal. Sejak pengumuman blokade, kapal-kapal tanker mencoba menghindari pengawasan AS dengan mengubah identitas dan rute. Pejabat AS menyebut praktik ini sebagai upaya menembus sanksi.
Reaksi Internasional
Tindakan AS menuai kritik dari beberapa negara, termasuk Rusia dan China. Rusia menilai penyitaan kapal berbendera Rusia sebelumnya melanggar hukum maritim. Mereka menuding AS menggunakan kekuatan di perairan internasional tanpa dasar hukum yang jelas.
China memperingatkan risiko pelanggaran hukum laut internasional. Beijing menilai tindakan AS dapat menciptakan preseden buruk dan meningkatkan ketegangan di jalur laut vital bagi perdagangan energi global.
Beberapa anggota Dewan Keamanan PBB menyerukan dialog diplomatik agar penyitaan kapal tidak memperburuk ketegangan regional.
Dampak terhadap Pasar Minyak
Blokade memengaruhi perdagangan minyak internasional. Negara seperti China mengimpor lebih sedikit minyak Venezuela sejak AS memperketat sanksi dan menahan kapal. Kondisi ini memaksa negara-negara yang bergantung pada minyak Venezuela menyesuaikan strategi pasokan.
Meskipun pasokan menurun, para analis menilai harga minyak global tetap stabil karena Venezuela bukan produsen terbesar. Namun ketidakpastian dapat memengaruhi keputusan investasi dan dinamika geopolitik di Amerika Latin.
Kesimpulan
AS menegaskan komitmen menegakkan blokade maritim secara agresif. Penyitaan kapal tanker minyak di Karibia menegaskan bahwa Washington tetap aktif menghentikan perdagangan minyak ilegal. Meski menuai kritik internasional, AS menegaskan fokus pada sanksi dan keamanan regional. Ketegangan di kawasan ini diperkirakan tetap menjadi sorotan utama beberapa bulan ke depan.
