Kenapa India Tetap Beli 114 Jet Tempur Rafale Meski Pernah Dipermalukan Pakistan?
Duniakreasi.id — NEW DELHI – Pemerintah India tetap melanjutkan rencana pembelian 114 jet tempur Rafale dari Prancis. Keputusan ini muncul meskipun India sempat menghadapi tekanan politik dan kritik publik akibat konflik dengan Pakistan.
Langkah tersebut memicu perdebatan luas di dalam negeri. Namun, New Delhi menilai modernisasi kekuatan udara sebagai kebutuhan mendesak. Karena itu, pemerintah memilih fokus pada kepentingan jangka panjang.
Selain alasan teknis, keputusan ini juga berkaitan erat dengan dinamika geopolitik kawasan. India ingin menjaga keunggulan militernya di Asia Selatan. Dengan demikian, pembelian Rafale tetap berjalan.
Awal Masuknya Rafale ke Angkatan Udara India
India mulai mengoperasikan jet tempur Rafale pada akhir 2010-an. Saat itu, pemerintah menandatangani kontrak pembelian 36 unit Rafale melalui kesepakatan langsung dengan Prancis.
Kesepakatan tersebut bertujuan menutup kekurangan armada tempur India. Banyak pesawat lama telah mendekati batas usia operasional. Oleh sebab itu, India membutuhkan jet modern dalam waktu singkat.
Rafale menawarkan kemampuan multirole yang lengkap. Pesawat ini mampu menjalankan misi udara ke udara, serangan darat, hingga perang elektronik. Faktor inilah yang membuat India memilih Rafale.
Insiden dengan Pakistan dan Dampaknya
Hubungan India dan Pakistan kerap memanas. Dalam beberapa konflik, media Pakistan mengklaim keberhasilan menghadapi jet tempur India. Klaim tersebut sempat memicu kritik terhadap efektivitas Rafale.
Namun, pemerintah India menepis narasi tersebut. Otoritas pertahanan menyatakan bahwa Rafale tetap menunjukkan performa sesuai spesifikasi. Mereka juga menilai klaim lawan bersifat propaganda.
Selain itu, analis militer India menekankan bahwa efektivitas pesawat sangat bergantung pada taktik dan sistem pendukung. Karena itu, satu insiden tidak bisa menjadi tolok ukur keseluruhan.
Alasan Utama India Tetap Membeli 114 Rafale
Keputusan membeli 114 Rafale tidak berdiri sendiri. Pemerintah India mempertimbangkan beberapa faktor utama.
Pertama, kebutuhan modernisasi angkatan udara. India menghadapi penurunan jumlah skuadron tempur aktif. Kondisi ini berisiko melemahkan pertahanan nasional.
Kedua, ancaman dari dua front. India harus memperhitungkan Pakistan dan China secara bersamaan. Oleh karena itu, India membutuhkan jet tempur dengan jangkauan dan kemampuan tinggi.
Ketiga, keseragaman armada. Dengan menambah Rafale, India dapat menyederhanakan sistem pelatihan dan logistik. Langkah ini meningkatkan efisiensi operasional.
Proses Pengadaan 114 Jet Rafale
Pemerintah India menyiapkan pengadaan ini melalui skema Inter-Governmental Agreement (IGA). Skema ini memungkinkan negosiasi langsung antarnegara.
Melalui mekanisme tersebut, India dapat mempercepat proses pembelian. Pemerintah juga bisa menekan risiko keterlambatan pengiriman. Selain itu, skema ini memberi kepastian kualitas.
Dewan Pengadaan Pertahanan India telah memberikan persetujuan awal. Saat ini, proposal tersebut masih menunggu keputusan akhir dari kabinet keamanan.
Manfaat Strategis bagi Angkatan Udara India
Penambahan 114 Rafale akan memberikan dampak signifikan. Angkatan Udara India akan memiliki kapasitas tempur yang lebih kuat.
Rafale membawa radar canggih dan sistem senjata modern. Pesawat ini juga mampu beroperasi di berbagai kondisi medan. Karena itu, Rafale cocok untuk kebutuhan India.
Selain itu, Rafale dapat beroperasi bersama pesawat lain seperti Su-30MKI dan Tejas. Kombinasi ini menciptakan kekuatan udara yang lebih fleksibel.
Keterlibatan Industri Pertahanan Dalam Negeri
India tidak hanya membeli pesawat jadi. Pemerintah juga mendorong keterlibatan industri lokal melalui program Make in India.
Dalam rencana ini, India akan memproduksi sebagian Rafale di dalam negeri. Dassault Aviation akan bekerja sama dengan perusahaan India. Kolaborasi ini membuka transfer teknologi.
Langkah tersebut diharapkan memperkuat industri pertahanan nasional. Selain itu, India ingin mengurangi ketergantungan pada impor di masa depan.
Kritik terhadap Pembelian Rafale
Meski menawarkan banyak keuntungan, pembelian Rafale tetap menuai kritik. Beberapa pihak menyoroti biaya yang sangat besar.
Selain itu, kritikus mempertanyakan prioritas anggaran pertahanan. Mereka menilai India juga perlu mempercepat pengembangan pesawat tempur lokal.
Namun, pemerintah berargumen bahwa Rafale dan proyek lokal tidak saling bertentangan. India justru memanfaatkan Rafale sebagai solusi jangka menengah.
Dampak Regional dan Geopolitik
Keputusan India memperluas armada Rafale juga berdampak pada kawasan. Pakistan dan China tentu mencermati langkah ini.
Dengan kekuatan udara yang meningkat, India ingin menjaga keseimbangan regional. Langkah ini juga berfungsi sebagai pesan strategis kepada rival.
Selain itu, kerja sama dengan Prancis memperkuat posisi diplomatik India. Hubungan pertahanan kedua negara semakin erat.
Kesimpulan
Keputusan India beli 114 Rafale mencerminkan strategi pertahanan jangka panjang. Pemerintah menilai modernisasi angkatan udara sebagai kebutuhan utama.
Meski sempat menuai kritik akibat konflik dengan Pakistan, India tetap melangkah maju. New Delhi memilih fokus pada kekuatan militer dan stabilitas kawasan.
Ke depan, pembelian ini akan menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah pertahanan India.
