DuniaHiburanKreasi

Pendaki AS Panjat Taipei 101 Tanpa Tali dan Jaring Pengaman

Duniakreasi.id — Taipei, Taiwan — Seorang pendaki ekstrem asal Amerika Serikat mencetak sejarah dunia. Ia memanjat gedung Taipei 101 setinggi 508 meter tanpa tali atau alat pengaman. Aksi itu berlangsung pada akhir Januari 2026 dan langsung menarik perhatian global.

Pendaki tersebut memulai pendakian dari dasar gedung. Ia mengandalkan kekuatan tangan, teknik kaki, dan fokus mental. Ribuan warga Taipei menonton langsung dari area sekitar gedung. Jutaan lainnya mengikuti siaran daring.

Media internasional menjuluki aksinya sebagai salah satu tantangan urban paling berbahaya. Banyak penonton menahan napas selama hampir dua jam.


Aksi Tanpa Tali yang Menegangkan

Pendaki itu tidak menggunakan harness. Ia juga tidak memakai jaring pengaman. Setiap langkah bergantung pada cengkeraman kecil di fasad bangunan.

Ia bergerak perlahan. Ia berhenti beberapa kali untuk mengatur napas. Pada titik tertentu, ia bertumpu hanya pada satu tangan.

Sorakan penonton terus terdengar dari bawah. Beberapa orang menutup mata. Yang lain merekam momen itu dengan ponsel.

Aksi tersebut memperlihatkan disiplin dan kontrol ekstrem. Sedikit kesalahan bisa berakibat fatal.


Tantangan Struktur Taipei 101

Taipei 101 memiliki desain bertingkat seperti bambu. Setiap segmen menciptakan tonjolan dan sudut tajam. Bagian inilah yang paling menyulitkan pendakian.

Pendaki itu memanfaatkan celah kecil sebagai pijakan. Ia juga menggunakan ornamen bangunan sebagai pegangan. Di beberapa lantai, ia berhenti sejenak.

Angin kencang sempat mengganggu keseimbangannya. Namun ia tetap melanjutkan pendakian.

Ia mencapai puncak setelah lebih dari 90 menit.


Persiapan dan Izin Resmi

Manajemen gedung memberi izin penuh untuk aksi tersebut. Pemerintah kota Taipei juga menyetujui kegiatan ini.

Tim keselamatan siaga di sekitar lokasi. Mereka menyiapkan peralatan darurat. Tim medis juga bersiap.

Penyelenggara menunda jadwal satu hari karena cuaca buruk. Mereka hanya melanjutkan setelah kondisi membaik.

Pendaki itu menjalani latihan khusus selama berbulan-bulan. Ia mempelajari struktur gedung dan rute terbaik.


Reaksi Publik dan Media

Media global langsung meliput peristiwa ini. Banyak warganet menyebutnya sebagai aksi “gila tapi luar biasa”.

Sebagian pihak mengkritik risikonya. Mereka khawatir aksi semacam ini bisa menginspirasi peniru.

Pendukungnya menilai aksi tersebut sebagai prestasi atletik. Mereka memuji keberanian dan keterampilannya.

Keluarga pendaki hadir di lokasi. Mereka menyambutnya di puncak gedung.


Dampak Global dan Sejarah Baru

Aksi ini mencetak rekor pendakian urban tertinggi tanpa pengaman. Tidak ada pendaki lain yang pernah menaklukkan gedung setinggi itu.

Platform streaming menyiarkan pendakian secara langsung. Tayangan itu menjangkau jutaan penonton dunia.

Pendaki tersebut sebelumnya terkenal lewat pendakian tebing tanpa tali. Aksi di Taipei memperkuat reputasinya.

Banyak atlet ekstrem mengakui kehebatannya. Mereka menyebut aksinya sebagai tonggak baru olahraga urban climbing.


Kesimpulan

Pendakian Taipei 101 tanpa tali menandai babak baru olahraga ekstrem. Aksi itu menggabungkan keberanian, teknik, dan persiapan matang.

Pendaki AS tersebut tidak hanya menantang gedung tertinggi Taiwan. Ia juga menantang batas manusia.

Peristiwa ini akan tercatat dalam sejarah. Dunia kini memiliki standar baru dalam pendakian urban ekstrem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *