Azizah Salsha Ogah Damai Demi Beri Efek Jera ke Bigmo dan Resbob
Duniakreasi.id – Perseteruan antara selebgram Azizah Salsha dengan dua YouTuber, Bigmo dan Resbob, memasuki babak baru. Meski kedua pihak sempat menjalani mediasi dan permintaan maaf telah disampaikan, Azizah memilih untuk tidak mencabut laporan hukum yang telah diajukan sebelumnya.
Keputusan tersebut diambil karena Azizah ingin memberikan efek jera terhadap pihak yang dianggap telah menyebarkan fitnah dan merusak nama baiknya. Melalui kuasa hukumnya, ia menegaskan bahwa proses hukum akan tetap berjalan hingga ke tahap persidangan.
Langkah ini menjadi perhatian publik karena kasus tersebut melibatkan tokoh media sosial yang memiliki pengaruh besar di dunia digital.
Azizah Sudah Memaafkan Secara Pribadi
Meskipun memilih melanjutkan proses hukum, Azizah Salsha sebenarnya telah memberikan maaf secara pribadi kepada Bigmo dan Resbob. Namun, keputusan memaafkan tersebut tidak berarti laporan hukum akan dicabut.
Kuasa hukum Azizah menjelaskan bahwa kliennya tetap ingin aturan hukum berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini dilakukan agar kasus tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi banyak pihak.
Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh kedua YouTuber tersebut telah menimbulkan kerugian besar, baik secara pribadi maupun bagi keluarga Azizah.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh kuasa hukum Azizah di Bareskrim Mabes Polri pada Jumat, 6 Maret 2026.
Ingin Memberikan Efek Jera
Keputusan untuk tidak berdamai bukanlah tanpa alasan. Pihak Azizah menilai bahwa penyebaran informasi yang tidak benar di media sosial harus mendapatkan konsekuensi hukum.
Kuasa hukum Azizah menegaskan bahwa langkah ini diambil agar kasus serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Menurutnya, pencemaran nama baik yang dilakukan melalui platform digital dapat berdampak besar terhadap reputasi seseorang, terutama bagi figur publik yang aktif di media sosial.
Dengan melanjutkan proses hukum, Azizah berharap masyarakat menjadi lebih berhati-hati dalam membuat maupun menyebarkan konten di internet.
Dampak Besar Bagi Keluarga
Fitnah yang beredar di media sosial tidak hanya berdampak pada Azizah secara pribadi. Menurut tim kuasa hukum, tuduhan yang disebarkan oleh Bigmo dan Resbob juga memengaruhi keluarga besar Azizah.
Isu yang berkembang di media sosial dinilai telah menimbulkan tekanan mental dan kerugian reputasi bagi keluarga selebgram tersebut.
Azizah sendiri dikenal sebagai putri dari politikus Andre Rosiade, sehingga isu yang menyebar tidak hanya menjadi konsumsi publik di kalangan penggemar media sosial, tetapi juga masyarakat luas.
Awal Mula Kasus Fitnah
Kasus ini bermula ketika sejumlah konten di media sosial menuding Azizah Salsha terlibat dalam isu perselingkuhan dan berbagai tuduhan lain terkait kehidupan pribadinya.
Konten tersebut berasal dari akun TikTok dan YouTube yang dikelola oleh dua YouTuber, yakni Muhammad Jannah yang dikenal dengan nama Bigmo dan Adimas Firdaus alias Resbob.
Dalam unggahan mereka, Azizah disebut melakukan perselingkuhan saat masih berstatus sebagai istri pesepak bola Pratama Arhan. Bahkan, tuduhan yang disampaikan dalam video tersebut dinilai sangat serius dan dianggap melewati batas.
Merasa dirugikan, Azizah akhirnya melaporkan kedua kreator konten tersebut ke Bareskrim Polri pada Agustus 2025.
Mediasi Sempat Dilakukan
Dalam proses hukum yang berjalan, pihak kepolisian sempat mempertemukan kedua belah pihak melalui mediasi.
Pada kesempatan tersebut, Bigmo dan Resbob diketahui telah menyampaikan permintaan maaf kepada Azizah. Namun mediasi yang dilakukan tidak menghasilkan kesepakatan damai.
Azizah tetap memilih untuk melanjutkan proses hukum karena menilai permintaan maaf saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan yang telah menimbulkan dampak besar terhadap dirinya.
Bigmo dan Resbob Resmi Jadi Tersangka
Perkembangan terbaru dari kasus ini adalah penetapan Bigmo dan Resbob sebagai tersangka oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.
Keduanya dijerat dengan pasal dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta pasal pencemaran nama baik dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Ancaman hukuman yang dihadapi oleh kedua tersangka tidak main-main. Mereka berpotensi menghadapi hukuman penjara maksimal hingga empat tahun jika terbukti bersalah di pengadilan.
Penetapan status tersangka ini menandai bahwa penyidik telah menemukan cukup bukti untuk membawa perkara tersebut ke tahap selanjutnya.
Upaya Perdamaian Masih Dicoba
Meski Azizah telah menyatakan sikapnya untuk tidak berdamai, pihak keluarga dan tim dari Bigmo disebut masih mencoba mencari celah untuk mencapai kesepakatan damai.
Namun hingga saat ini, pihak Azizah tetap pada pendiriannya bahwa proses hukum harus terus berjalan.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa kasus ini kemungkinan besar akan berlanjut hingga proses persidangan.
Peringatan bagi Pengguna Media Sosial
Kasus yang menimpa Azizah Salsha juga menjadi pengingat penting bagi para pengguna media sosial.
Di era digital saat ini, penyebaran informasi dapat berlangsung sangat cepat dan menjangkau jutaan orang dalam waktu singkat. Namun kebebasan berekspresi di internet tetap harus diiringi dengan tanggung jawab.
Menyebarkan tuduhan tanpa bukti yang jelas tidak hanya dapat merugikan orang lain, tetapi juga berpotensi berujung pada masalah hukum.
Pelajaran dari Kasus Ini
Keputusan Azizah untuk melanjutkan proses hukum menunjukkan bahwa pencemaran nama baik di dunia digital tidak dapat dianggap sebagai masalah sepele.
Kasus ini juga menjadi contoh bahwa figur publik memiliki hak yang sama untuk melindungi reputasinya melalui jalur hukum.
Dengan proses hukum yang berjalan, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya etika dalam menggunakan media sosial.
Penutup
Perseteruan antara Azizah Salsha dengan YouTuber Bigmo dan Resbob kini memasuki fase penting setelah keduanya ditetapkan sebagai tersangka.
Meski telah memberikan maaf secara pribadi, Azizah tetap memilih untuk tidak berdamai demi memberikan efek jera terhadap pelaku penyebaran fitnah.
Keputusan ini menegaskan bahwa kasus pencemaran nama baik di era digital dapat memiliki konsekuensi hukum yang serius. Bagi publik, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap pernyataan yang disampaikan di internet harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

