AlamBantuanNasionalSosial

Hujan Lebat dan Angin Kencang Robohkan Rumah di Situbondo, Ibu dan Dua Anak Luka-luka

duniakreasi.id – Situbondo, Jawa Timur – Hujan lebat yang turun tanpa henti disertai angin kencang mengguncang wilayah Kabupaten Situbondo pada Sabtu malam, 31 Januari 2026. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sebuah rumah warga di Kecamatan Panji roboh dan menimpa penghuninya yang sedang tertidur lelap. Seorang ibu dan dua anaknya mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan tembok dan atap bangunan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut dengan intensitas tinggi. Angin kencang yang menyertai hujan memperparah kondisi bangunan rumah yang bersifat semi permanen. Struktur rumah tidak mampu menahan tekanan angin dan beban air hujan sehingga tembok dan atap runtuh secara tiba-tiba.

Warga sekitar yang mendengar suara dentuman keras langsung berhamburan keluar rumah. Mereka melihat bangunan rumah dalam kondisi porak-poranda. Sebagian tembok dan atap menimpa bagian kamar tidur tempat seorang ibu dan anak-anaknya beristirahat.


Ibu dan Anak Tertimpa Reruntuhan Saat Tidur

Korban dalam kejadian ini adalah seorang perempuan bernama Junaida berusia 54 tahun. Saat kejadian, ia sedang tidur bersama dua anaknya, Rendi yang berusia 15 tahun dan Nur Islamiya Putri yang baru berusia 3 tahun. Ketiganya tidak sempat menyelamatkan diri ketika tembok dan atap rumah runtuh.

Reruntuhan bangunan langsung mengenai tubuh mereka. Junaida mengalami luka serius di bagian kepala, dada, dan kedua kakinya. Sementara itu, Rendi dan adiknya Nur mengalami luka ringan, meski Nur sempat menderita luka di bagian pelipis kanan akibat terkena serpihan tembok.

Putra Junaida yang bernama Hawidurahman, yang berada di rumah terpisah tidak jauh dari lokasi kejadian, mendengar teriakan minta tolong. Ia segera berlari ke lokasi bersama warga sekitar dan berusaha mengangkat puing-puing bangunan untuk mengevakuasi ibu dan kedua adiknya.

Warga menggunakan alat seadanya untuk membuka jalan di antara reruntuhan. Dengan penuh kehati-hatian, mereka berhasil mengeluarkan ketiga korban dari bawah timbunan tembok dan membawa mereka ke tempat yang lebih aman sebelum petugas medis datang.


Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Petugas kesehatan segera membawa Junaida dan kedua anaknya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Tim medis langsung menangani luka-luka yang mereka alami.

Dokter menyatakan kondisi Junaida cukup serius karena mengalami benturan di beberapa bagian tubuh. Ia harus menjalani perawatan intensif untuk memastikan tidak ada cedera dalam yang membahayakan nyawanya. Sementara itu, Rendi dan Nur Islamiya mendapatkan perawatan luka ringan dan observasi lanjutan.

Meski mengalami luka, kedua anak tersebut masih dalam kondisi sadar dan dapat berkomunikasi. Tim medis terus memantau kondisi mereka untuk memastikan tidak ada komplikasi lanjutan akibat trauma fisik maupun psikologis.


Dua Rumah Rusak, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

Selain menimpa keluarga Junaida, peristiwa tersebut juga merusak rumah di sebelahnya. Rumah milik Minari yang berdempetan dengan rumah Junaida mengalami kerusakan berat dan hampir seluruh bangunannya roboh. Sementara rumah Junaida mengalami kerusakan sedang hingga berat, terutama di bagian kamar tidur yang menjadi titik runtuhan.

Petugas memperkirakan total kerugian materiil mencapai puluhan juta rupiah. Rumah Minari diperkirakan membutuhkan biaya perbaikan sekitar Rp20 juta, sedangkan rumah Junaida membutuhkan dana sekitar Rp10 juta untuk memperbaiki struktur bangunan yang rusak.

Kedua keluarga kini harus mencari tempat tinggal sementara karena kondisi rumah mereka tidak lagi aman untuk dihuni.


Petugas Bergerak Cepat Lakukan Penanganan

Tim Reaksi Cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Situbondo langsung datang ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Petugas bersama unsur TNI, Polri, dan relawan melakukan asesmen serta pembersihan puing-puing bangunan.

Mereka memastikan tidak ada korban lain yang terjebak di bawah reruntuhan. Petugas juga memasang garis pengaman di sekitar lokasi agar warga tidak mendekat ke area yang masih berbahaya.

Selain itu, petugas menyerahkan bantuan darurat berupa terpal, bahan makanan, dan kebutuhan dasar kepada keluarga yang terdampak. Bantuan tersebut bertujuan untuk membantu korban bertahan selama masa darurat sebelum proses perbaikan rumah dimulai.


Cuaca Ekstrem Jadi Ancaman Serius

Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa cuaca ekstrem masih mengancam wilayah Situbondo dan sekitarnya. Dalam beberapa pekan terakhir, hujan deras dan angin kencang kerap melanda wilayah tersebut dan memicu berbagai kejadian seperti banjir, pohon tumbang, hingga kerusakan bangunan.

Petugas kebencanaan mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan peringatan cuaca. Mereka meminta warga memeriksa kondisi atap, tembok, dan struktur bangunan, terutama rumah yang masih bersifat semi permanen.

Jika hujan deras disertai angin kencang terjadi, warga disarankan menjauh dari bangunan yang berisiko roboh dan mencari tempat yang lebih aman.


Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Pemerintah desa setempat juga telah mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. Mereka meminta masyarakat melaporkan jika menemukan retakan pada tembok, atap yang goyah, atau pohon besar yang berpotensi tumbang.

Selain itu, aparat desa bersama relawan telah menyiapkan posko siaga bencana untuk merespons cepat jika terjadi kejadian serupa. Koordinasi antara warga dan petugas menjadi kunci penting untuk meminimalkan korban jiwa.


Kesimpulan

Hujan lebat dan angin kencang yang melanda Situbondo telah menyebabkan sebuah rumah roboh dan melukai seorang ibu serta dua anaknya. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat datang kapan saja dan menimbulkan dampak serius bagi keselamatan warga.

Respons cepat warga dan petugas berhasil menyelamatkan korban dan mencegah jatuhnya korban jiwa. Namun, kerugian materiil dan trauma yang dialami keluarga korban menjadi pelajaran penting tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Dengan musim hujan yang masih berlangsung, masyarakat Situbondo diharapkan terus waspada dan memprioritaskan keselamatan diri dan keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *