Sekolah di Sidoarjo Terendam Banjir, Kegiatan Belajar Mengajar Terganggu
duniakreasi.id – Sidoarjo — Sejumlah sekolah di Kabupaten Sidoarjo kembali terdampak banjir akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Genangan air masuk ke lingkungan sekolah dan menghambat aktivitas belajar mengajar. Salah satu sekolah yang terdampak cukup parah berada di Kecamatan Tanggulangin, dengan ketinggian air mencapai puluhan sentimeter.
Banjir mulai menggenangi area sekolah sejak akhir pekan, tepat menjelang dimulainya kembali kegiatan belajar setelah libur semester. Kondisi ini memaksa pihak sekolah mengambil langkah cepat agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Air Masuk ke Ruang Kelas dan Halaman Sekolah
Genangan air tidak hanya memenuhi halaman sekolah, tetapi juga masuk ke beberapa ruang kelas. Di sejumlah titik, air mencapai ketinggian sekitar 20 hingga 30 sentimeter. Lantai kelas yang tergenang membuat aktivitas belajar tatap muka tidak memungkinkan untuk dilakukan secara normal.
Siswa yang datang ke sekolah harus melewati genangan air, sementara sebagian guru memilih memindahkan kegiatan administrasi ke area yang lebih aman. Peralatan belajar dan fasilitas sekolah ikut terdampak karena air bercampur lumpur menggenangi ruangan cukup lama.
Sekolah Terapkan Pembelajaran Daring
Menghadapi situasi tersebut, pihak sekolah langsung menerapkan pembelajaran daring sebagai solusi sementara. Langkah ini bertujuan menjaga keberlangsungan proses belajar tanpa menempatkan siswa dalam risiko kesehatan dan keselamatan.
Sekolah mengatur jadwal pembelajaran online untuk sebagian besar kelas. Sementara itu, siswa yang ruang kelasnya tidak terdampak genangan tetap mengikuti kegiatan belajar secara terbatas dengan pengawasan ketat. Pihak sekolah juga mengimbau orang tua untuk memantau kondisi kesehatan anak selama masa banjir.
Kesehatan Siswa Menjadi Perhatian Utama
Banjir yang menggenangi sekolah menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan siswa. Air yang bercampur lumpur dan kotoran berpotensi menyebabkan penyakit kulit dan infeksi. Guru dan wali kelas mengingatkan siswa untuk menjaga kebersihan diri setelah beraktivitas di lingkungan yang tergenang air.
Pihak sekolah juga meminta siswa menggunakan alas kaki yang aman dan menghindari kontak langsung dengan air banjir. Orang tua diimbau segera melaporkan jika anak mengalami keluhan kesehatan agar dapat ditangani lebih cepat.
Wilayah Langganan Banjir Setiap Musim Hujan
Wilayah Tanggulangin dan beberapa kecamatan lain di Sidoarjo memang dikenal sebagai daerah rawan banjir. Setiap musim hujan, genangan air kerap muncul akibat sistem drainase yang belum mampu menampung debit air tinggi.
Sekolah-sekolah yang berada di wilayah dataran rendah sering menjadi lokasi terdampak. Kondisi ini menuntut solusi jangka panjang agar aktivitas pendidikan tidak terus terganggu setiap tahun.
Upaya Sekolah dan Warga Sekitar
Pihak sekolah bersama warga sekitar berupaya mengurangi dampak banjir dengan membersihkan saluran air dan memompa genangan secara manual. Guru dan staf sekolah turut bergotong royong membersihkan ruang kelas yang terdampak agar dapat digunakan kembali saat air mulai surut.
Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil karena hujan masih sering turun dan air belum sepenuhnya mengalir keluar dari kawasan sekolah. Sekolah tetap memprioritaskan keselamatan siswa sambil menunggu kondisi membaik.
Aktivitas Sekolah Ikut Terhenti
Selain kegiatan belajar mengajar, beberapa agenda sekolah terpaksa ditunda. Kegiatan olahraga, upacara, serta pertemuan orang tua siswa tidak dapat dilaksanakan karena kondisi lingkungan yang belum aman.
Pihak sekolah menyesuaikan kalender akademik agar siswa tidak tertinggal materi pelajaran. Guru menyusun materi pembelajaran daring yang lebih ringkas namun tetap efektif agar siswa tetap memahami pelajaran meski belajar dari rumah.
Harapan Orang Tua dan Masyarakat
Orang tua siswa berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah banjir yang berulang. Mereka menginginkan perbaikan sistem drainase serta peningkatan infrastruktur sekolah agar lebih tahan terhadap genangan air.
Masyarakat sekitar juga berharap solusi jangka panjang dapat segera terealisasi. Mereka menilai banjir yang terus terjadi tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menghambat proses pendidikan anak-anak.
Evaluasi dan Solusi Jangka Panjang
Pihak sekolah bersama dinas terkait terus melakukan evaluasi terhadap kondisi bangunan dan sistem pengelolaan air. Sekolah mengusulkan perbaikan saluran air, peninggian lantai kelas, serta penambahan fasilitas penunjang untuk menghadapi musim hujan di masa mendatang.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu meminimalkan dampak banjir sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung normal tanpa gangguan.
Kesimpulan
Banjir yang merendam sekolah di Sidoarjo kembali menunjukkan perlunya penanganan serius terhadap masalah lingkungan dan infrastruktur pendidikan. Sekolah telah beradaptasi dengan menerapkan pembelajaran daring dan pembatasan aktivitas di area tergenang. Namun, solusi jangka panjang tetap menjadi kunci agar pendidikan tidak terus terganggu setiap musim hujan.

