BlogSosial

Pemkot Tutup Celah Akses yang Sering Disalahgunakan

duniakreasi.id – Jakarta, 28 Februari 2026 – Pemkot Jakarta Timur menutup celah kecil di Taman Kota Cawang yang kerap dimanfaatkan orang untuk masuk tanpa izin. Penutupan ini muncul setelah warga melaporkan adanya aktivitas asusila pada malam hari.

Celah itu berada di antara pagar taman dan dinding tol di Jalan DI Pandjaitan, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar. Meski sempit, celah cukup untuk dilewati oknum tertentu. Oleh sebab itu, pemerintah segera menutupnya secara permanen.

Cor Beton Tutup Celah Permanen

Petugas memasang cor beton untuk menutup celah. Sebelumnya, mereka menutupnya sementara dengan triplek. Selain itu, mereka memastikan tidak ada celah lain yang dapat digunakan untuk masuk secara ilegal.

Camat Makasar, Dimas Prayudi, mengatakan langkah ini bertujuan mengembalikan fungsi taman sebagai ruang publik yang aman dan nyaman. “Taman harus menjadi tempat positif bagi anak-anak dan keluarga,” ujarnya.


Langkah Terkoordinasi Lintas Instansi

Pemkot Jakarta Timur bekerja sama dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut), kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Bersama-sama, mereka menutup semua jalur masuk ilegal.

Selain menutup akses, mereka melakukan patroli rutin untuk mencegah kerawanan sosial. Dengan cara ini, taman kembali dapat digunakan sesuai peruntukannya.


Dugaan Penyalahgunaan Fungsi Taman

Petugas menemukan sejumlah alat kontrasepsi dan botol minuman keras di dalam taman. Temuan ini menunjukkan aktivitas negatif, termasuk dugaan prostitusi, sering terjadi di malam hari.

Video yang viral di media sosial memperkuat dugaan ini. Video menunjukkan sekelompok remaja masuk melalui celah di pagar. Oleh sebab itu, penutupan akses menjadi langkah mendesak.


Upaya Preventif dan Keamanan Lingkungan

Pemkot Jakarta Timur menambahkan dua lampu tembak untuk penerangan malam. Lampu ditempatkan di titik strategis agar area taman terang dan mudah diawasi.

Selain itu, Satpol PP, TNI, dan kepolisian melakukan patroli rutin. Pemerintah juga memangkas vegetasi di sekitar pagar agar tidak ada titik gelap untuk bersembunyi.


Dukungan Warga

Warga menyambut positif penutupan celah dan jalur ilegal. Mereka berharap taman aman dan nyaman untuk berbagai aktivitas, seperti olahraga atau berkumpul dengan keluarga.

Warga juga mengapresiasi penambahan lampu dan patroli rutin. Mereka merasa lebih aman saat berada di taman, terutama menjelang malam.


Tantangan dan Tindak Lanjut Pemerintah

Meski dua akses utama dan celah telah ditutup, pemerintah tetap mengawasi taman secara berkelanjutan. Warga diminta melaporkan aktivitas mencurigakan.

Langkah jangka panjang meliputi patroli rutin, penerangan yang memadai, dan pengawasan aktif. Tujuannya agar taman tetap aman dan fasilitas publik dapat digunakan dengan maksimal.


Kesimpulan: Ruang Publik Harus Dijaga

Penutupan celah akses dan jalur ilegal menunjukkan komitmen Pemkot Jakarta Timur. Taman Kota Cawang kini kembali menjadi ruang terbuka hijau yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi semua warga.

Langkah ini memastikan warga bisa menikmati fasilitas publik tanpa terganggu aktivitas negatif. Ruang terbuka hijau tetap menjadi elemen penting dalam meningkatkan kualitas hidup di perkotaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *