Pelaku Penembakan Massal di Brown University Tewas Bunuh Diri, Polisi Akhiri Perburuan Lintas Negara Bagian
duniakreasi.id – Providence, Amerika Serikat – Kasus penembakan massal di Brown University akhirnya mencapai titik akhir. Aparat penegak hukum memastikan terduga pelaku ditemukan tewas akibat bunuh diri di sebuah fasilitas penyimpanan di negara bagian New Hampshire. Penemuan ini mengakhiri perburuan intensif yang berlangsung selama beberapa hari dan melibatkan berbagai lembaga keamanan federal serta lokal.
Peristiwa tragis tersebut sebelumnya mengguncang dunia pendidikan Amerika Serikat setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di dalam gedung akademik Brown University. Aksi brutal itu menewaskan dua mahasiswa dan melukai sejumlah orang lainnya, sekaligus memicu kepanikan luas di lingkungan kampus.
Penemuan Pelaku dan Akhir Manhunt
Polisi menemukan jasad pelaku pada Kamis malam waktu setempat. Tim forensik memastikan pria tersebut meninggal akibat luka tembak yang ia lakukan sendiri. Aparat juga menemukan dua senjata api di lokasi penemuan, yang memperkuat kesimpulan bahwa tidak ada keterlibatan pihak lain saat kematian terjadi.
Kepolisian menyatakan bahwa pelaku sempat berpindah-pindah lokasi setelah penembakan di kampus. Ia meninggalkan negara bagian Rhode Island dan bergerak ke wilayah utara, sehingga memaksa aparat memperluas wilayah pencarian lintas negara bagian.
Dengan ditemukannya pelaku dalam kondisi meninggal dunia, polisi menegaskan tidak ada lagi ancaman aktif terhadap publik.
Kronologi Penembakan di Kampus
Penembakan terjadi saat kegiatan akademik berlangsung di salah satu gedung utama Brown University. Pelaku memasuki ruang kelas yang sedang digunakan untuk sesi persiapan ujian akhir. Tanpa peringatan, ia langsung menembakkan senjata api ke arah mahasiswa dan dosen di dalam ruangan.
Suasana panik tidak terhindarkan. Mahasiswa berlarian menyelamatkan diri, sementara sebagian lainnya membantu korban yang terjatuh. Petugas keamanan kampus segera mengaktifkan prosedur darurat dan mengevakuasi area sekitar.
Dua mahasiswa dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, beberapa korban luka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Pihak universitas mengonfirmasi bahwa sebagian korban mengalami luka serius, namun kondisi mereka berangsur stabil.
Dampak Langsung bagi Brown University
Pihak Brown University langsung mengambil langkah tegas usai kejadian. Manajemen kampus menutup sementara seluruh aktivitas akademik, membatalkan ujian akhir semester, dan mengizinkan mahasiswa untuk pulang lebih awal.
Rektor universitas menyampaikan pernyataan resmi yang menegaskan duka mendalam atas kehilangan dua mahasiswa. Ia juga menekankan komitmen kampus dalam memberikan dukungan psikologis kepada mahasiswa, dosen, dan staf yang terdampak secara mental akibat peristiwa tersebut.
Kampus membuka layanan konseling darurat dan memperketat pengamanan selama masa transisi pascakejadian.
Kaitan dengan Kasus Pembunuhan Profesor MIT
Dalam perkembangan penyelidikan, aparat mengaitkan pelaku penembakan di Brown University dengan kasus pembunuhan seorang profesor Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang ditemukan tewas beberapa hari setelah insiden di kampus.
Profesor tersebut dikenal luas sebagai ilmuwan terkemuka di bidang fisika dan penelitian energi. Penyelidikan menemukan sejumlah bukti yang mengarah pada pelaku yang sama, termasuk jejak perjalanan dan kepemilikan kendaraan.
Pihak berwenang menyatakan bahwa kedua kasus tersebut saling berkaitan, meskipun motif spesifik pelaku masih belum terungkap sepenuhnya.
Profil Singkat Pelaku
Pelaku merupakan pria berusia akhir 40-an dan berkewarganegaraan asing. Ia diketahui pernah menempuh pendidikan di Brown University lebih dari dua dekade lalu, meskipun tidak lagi memiliki hubungan resmi dengan institusi tersebut.
Catatan imigrasi menunjukkan bahwa pelaku tinggal secara legal di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, aparat belum menemukan indikasi keterlibatan organisasi tertentu atau afiliasi ideologis yang jelas.
Hingga kini, polisi masih mendalami latar belakang psikologis dan kemungkinan konflik pribadi yang mendorong pelaku melakukan aksi kekerasan.
Pernyataan Aparat Penegak Hukum
Kepolisian menegaskan bahwa meskipun pelaku telah meninggal dunia, penyelidikan tidak langsung dihentikan. Aparat tetap mengumpulkan bukti untuk memastikan kronologi kejadian, jalur pergerakan pelaku, serta asal-usul senjata yang digunakan.
Pihak berwenang juga menyatakan akan merilis laporan akhir setelah seluruh proses forensik dan analisis data selesai dilakukan.
“Fokus utama kami saat ini adalah memberikan kepastian kepada publik dan memastikan tidak ada ancaman lanjutan,” ujar salah satu pejabat kepolisian dalam konferensi pers.
Reaksi Publik dan Dunia Akademik
Tragedi ini memicu gelombang duka di kalangan mahasiswa, akademisi, dan masyarakat luas. Sejumlah acara doa dan penghormatan digelar di sekitar kampus Brown University dan MIT.
Banyak akademisi menilai insiden ini sebagai peringatan keras tentang pentingnya keamanan kampus dan perhatian terhadap kesehatan mental. Mereka mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem deteksi dini potensi kekerasan di lingkungan pendidikan tinggi.
Sorotan Terhadap Isu Keamanan Kampus
Kasus penembakan massal di Brown University kembali membuka perdebatan mengenai akses senjata api, pengawasan kampus, dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Para pengamat menilai bahwa universitas perlu meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan, memperkuat sistem pelaporan ancaman, serta memperluas layanan konseling bagi mahasiswa dan staf.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa kekerasan dapat terjadi di ruang yang seharusnya menjadi tempat belajar dan berkembang, sehingga upaya pencegahan harus terus diperkuat.

