BantuanDuniaFinansialSosial

Trump Tunjuk Blair dan Kushner ke Dewan Perdamaian Gaza

Duniakreasi.id — WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, serta menantunya, Jared Kushner, untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza. Dewan ini bertugas mengawasi implementasi rencana 20 poin Trump untuk mengakhiri perang Israel-Palestina di Jalur Gaza.

Gedung Putih mengumumkan Jumat (16/1/2026) bahwa Blair menjadi salah satu dari tujuh anggota pendiri dewan tersebut. Trump menempatkan Kushner, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, dan utusan khusus Timur Tengah Steve Witkoff sebagai anggota inti. Marc Rowan, Ajay Banga, dan Robert Gabriel melengkapi anggota dewan.

Fase Kedua Rencana Perdamaian

Pengumuman ini muncul setelah peluncuran fase kedua rencana yang dipimpin Steve Witkoff beberapa hari lalu. Rencana itu menitikberatkan pada rekonstruksi, keamanan, dan administrasi sipil di Jalur Gaza. Konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 71.000 warga Palestina.

Trump menegaskan Dewan Perdamaian akan bekerja sebagai badan pengawas independen. Dewan bertanggung jawab memastikan seluruh langkah rencana 20 poin dijalankan dengan transparan dan efektif. Blair membawa pengalaman mediasi internasional, sementara Kushner akan mengoordinasikan hubungan dengan berbagai pihak terkait.

Komite Administrasi Gaza Mulai Beroperasi

Hari yang sama, Komite Administrasi Gaza menggelar pertemuan pertamanya di Kairo, Mesir. Pertemuan ini menandai peluncuran resmi badan yang mengawasi administrasi sipil, bantuan kemanusiaan, dan rekonstruksi pascaperang di Gaza. Komite bekerja sama dengan dewan untuk memastikan implementasi rencana berjalan lancar.

Trump menyatakan koordinasi antara Dewan Perdamaian dan Komite Administrasi Gaza fokus pada stabilisasi dan pemulihan wilayah. Ia menekankan pentingnya keterlibatan lembaga internasional, pemerintah lokal, dan pihak AS untuk mencegah kekosongan administratif yang bisa memicu konflik.

Peran Tony Blair dan Jared Kushner

Tony Blair memiliki pengalaman luas sebagai mediator konflik internasional di Timur Tengah. Selama menjadi Perdana Menteri Inggris, Blair memimpin berbagai inisiatif perdamaian, termasuk negosiasi antara Israel dan Palestina. Dalam Dewan Perdamaian Gaza, Blair akan memberi bimbingan strategis, mengevaluasi risiko keamanan, dan merancang kebijakan rekonstruksi.

Jared Kushner, mantan penasihat senior Gedung Putih, membawa pengalaman diplomasi dalam konflik Israel-Palestina. Kushner akan memimpin koordinasi antara AS, Israel, Palestina, dan organisasi internasional. Ia memastikan rencana 20 poin dapat berjalan praktis dan terukur.

Reaksi Internasional

Penunjukan Blair dan Kushner memicu beragam reaksi internasional. Beberapa pengamat menilai kedua tokoh memiliki pengalaman yang mumpuni, sehingga peluang implementasi rencana perdamaian meningkat. Namun, sebagian pihak skeptis karena konflik Israel-Palestina memiliki akar sejarah yang kompleks dan tantangan politik lokal yang berat.

Organisasi kemanusiaan internasional menyambut fokus dewan pada pemulihan sipil dan bantuan kemanusiaan. Mereka meminta akses aman bagi warga Gaza, terutama dalam distribusi bantuan dan rekonstruksi infrastruktur kritis.

Tantangan dan Target Dewan Perdamaian

Dewan menghadapi sejumlah tantangan besar. Pertama, menjaga keamanan di wilayah yang rawan serangan. Kedua, mengatur distribusi bantuan dan rekonstruksi secara merata. Ketiga, membangun kepercayaan antara pemerintah Israel, otoritas Palestina, dan warga sipil.

Trump menegaskan Dewan akan meninjau kemajuan secara berkala dan menyesuaikan strategi bila diperlukan. Ia berharap dewan menjadi katalisator perdamaian yang stabil dan berkelanjutan, mengurangi kekerasan, dan memulihkan kehidupan warga Gaza.

Dampak Potensial bagi Gaza

Jika Dewan berhasil, rencana ini akan meningkatkan keamanan, mempercepat rekonstruksi infrastruktur, dan menstabilkan situasi politik. Program bantuan sipil menitikberatkan pada kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan. Dewan juga mengawasi aliran dana internasional untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.

Para ahli politik Timur Tengah memperingatkan keberhasilan rencana sangat bergantung pada dukungan lokal. Tanpa partisipasi aktif pemerintah Palestina dan komunitas internasional, implementasi program bisa terhambat.

Kesimpulan

Trump menegaskan komitmennya mendorong perdamaian di Jalur Gaza. Penunjukan Tony Blair dan Jared Kushner menunjukkan upaya AS menjalankan rencana 20 poin secara efektif. Koordinasi dengan Komite Administrasi Gaza dan lembaga internasional memberi harapan stabilisasi dan rekonstruksi wilayah. Dunia kini menantikan implementasi konkret rencana perdamaian dan dampaknya bagi warga Gaza yang terdampak konflik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *