Pendampingan Psikososial Bocah SD Terseret Motor saat Kejar Pencuri di Medan
Duniakreasi.id — Medan – Insiden tragis menimpa seorang bocah perempuan berusia 9 tahun berinisial JV di Medan, Sumatera Utara. Anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu terseret sepeda motor saat berusaha mengejar pelaku pencurian. Saat ini, Polda Sumut secara aktif memberikan pendampingan psikososial untuk membantu pemulihan mental korban.
Peristiwa tersebut menyita perhatian publik setelah rekaman video kejadian menyebar luas di media sosial. Dalam video itu, korban terlihat berusaha mempertahankan barang miliknya dengan penuh keberanian. Namun, aksi tersebut justru berujung pada pengalaman traumatis yang meninggalkan dampak fisik dan psikologis.
Kronologi Kejadian di Medan Marelan
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 10 Januari 2026, di Jalan AMD, Kecamatan Medan Marelan. Saat itu, seorang pria masuk ke rumah korban tanpa izin. Pelaku kemudian mengambil satu unit telepon genggam dan sejumlah uang milik keluarga.
Ketika menyadari pencurian tersebut, JV langsung keluar rumah dan mengejar pelaku yang sudah menaiki sepeda motor. Korban berteriak meminta pelaku berhenti dan mengembalikan barang miliknya. Dalam situasi panik, korban memegang bagian belakang motor pelaku.
Alih-alih berhenti, pelaku justru memacu kendaraannya. Aksi tersebut menyeret korban sejauh kurang lebih 100 meter di jalanan. Warga sekitar yang melihat kejadian itu segera berusaha menolong dan mengejar pelaku.
Luka Fisik dan Trauma Psikologis
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lecet di bagian kaki dan beberapa memar di tubuhnya. Petugas medis langsung memberikan perawatan untuk memastikan kondisi fisik korban tetap stabil.
Namun, dampak paling berat muncul pada kondisi psikologis korban. Setelah kejadian, korban menunjukkan rasa takut berlebihan terhadap kendaraan bermotor. Ia juga mengalami kecemasan saat berada di luar rumah.
Trauma seperti ini sering muncul pada anak-anak yang mengalami kekerasan secara langsung. Jika tidak tertangani dengan baik, kondisi tersebut berpotensi mengganggu perkembangan mental dan sosial korban.
Polda Sumut Berikan Pendampingan Psikososial
Melihat kondisi tersebut, Polda Sumatera Utara mengambil langkah cepat. Melalui Subbag Psikologi Biro SDM, kepolisian memberikan pendampingan psikososial kepada korban dan keluarganya.
Kepala Subbag Psikologi Polda Sumut, Kompol Zulhafni, menjelaskan bahwa timnya fokus membantu korban memulihkan rasa aman dan kepercayaan diri. Menurutnya, pemulihan mental anak menjadi prioritas utama setelah kejadian traumatis.
Pendampingan ini bertujuan agar korban dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut yang berlebihan.
Metode Pendampingan yang Diberikan
Tim psikolog menerapkan beberapa pendekatan aktif, antara lain:
🔹 Dukungan Emosional Intensif
Tim mendorong korban untuk mengekspresikan perasaan secara terbuka. Pendekatan ini membantu anak memahami bahwa ketakutan yang ia rasakan merupakan reaksi yang wajar.
🔹 Pendampingan Keluarga
Petugas juga membimbing orang tua korban agar mampu memberikan dukungan emosional yang tepat di rumah. Keluarga memegang peran penting dalam proses pemulihan anak.
🔹 Edukasi Psikologis
Tim menjelaskan kepada korban dan keluarga tentang cara mengelola stres pascatrauma. Edukasi ini membantu korban menghadapi rasa cemas secara bertahap.
Melalui pendekatan tersebut, tim psikolog berupaya mempercepat pemulihan mental korban secara menyeluruh.
Respons Keluarga Korban
Ibu korban, Susana, mengaku masih terpukul atas kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa anaknya hanya ingin mempertahankan barang miliknya tanpa menyadari bahaya yang mengancam.
Setelah kejadian, korban sering merasa takut saat melihat sepeda motor melintas. Kondisi ini membuat keluarga lebih waspada dan terus mendampingi korban dalam setiap aktivitasnya.
Keluarga berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku agar kejadian serupa tidak menimpa anak-anak lain.
Proses Hukum Terhadap Pelaku
Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku. Polisi mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Selain mengejar pelaku, kepolisian menegaskan komitmennya untuk melindungi anak sebagai kelompok rentan. Penanganan kasus ini mencakup aspek hukum dan pemulihan korban secara berimbang.
Dampak Sosial dan Imbauan Kepolisian
Kasus ini memicu keprihatinan luas di masyarakat. Banyak warga menilai kejadian tersebut sebagai pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak di lingkungan permukiman.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar segera melapor jika melihat tindakan mencurigakan. Peran aktif warga dapat membantu mencegah tindak kriminal yang membahayakan anak-anak.
Kesimpulan
Kasus bocah SD yang terseret motor saat mengejar pencuri di Medan menunjukkan betapa seriusnya dampak kejahatan terhadap anak. Berkat langkah cepat Polda Sumut, korban kini memperoleh pendampingan psikososial yang terarah.
Melalui dukungan keluarga, kepolisian, dan tenaga profesional, korban memiliki peluang besar untuk pulih secara mental dan kembali menjalani masa kanak-kanaknya dengan rasa aman.
