Patung Macan Putih Kediri: Dari Viral Dibully Hingga Motor Ekonomi Lokal
Duniakreasi.id – KEDIRI — Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kediri, awalnya menjadi bahan ejekan netizen. Wujudnya lucu dan “gemoy”, berbeda dengan macan putih asli. Namun, patung itu kini menjadi ikon wisata yang membawa berkah bagi warga.
Pengunjung dari Kediri dan daerah sekitar datang untuk berfoto. Selain itu, mereka membagikan foto di media sosial, sehingga popularitas patung meningkat. Fenomena ini mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Pedagang makanan, minuman, dan suvenir menjual produk mereka di lokasi.
Wajah “Gemoy” yang Viral
Patung ini viral sejak akhir 2025. Banyak akun media sosial membagikan foto dan video patung unik ini. Netizen menyebut patung “gemoy” karena terlihat imut dan tidak gagah. Oleh karena itu, patung menarik perhatian publik.
Komentar netizen beragam: beberapa mengejek, beberapa tertawa, dan beberapa membuat meme. Namun, ejekan itu justru menambah popularitas patung. Orang datang berfoto dan membagikannya di media sosial. Dengan demikian, efek viral terus berlanjut.
Magnet Wisata & Lonjakan UMKM
Sejak viral, kawasan sekitar patung ramai dikunjungi wisatawan. Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, menyatakan ikon ini mendongkrak perekonomian lokal. Dahulu sepi, kini lokasi ramai pedagang. Selain itu, pengunjung membeli berbagai produk lokal.
Dampak Ekonomi Nyata
UMKM lokal memanfaatkan lonjakan pengunjung. Mereka menjual kaos, stiker, gantungan kunci, hingga cendera mata bertema Macan Putih. Dahulu hanya ada sepuluh pedagang. Kini, jumlah pedagang mencapai puluhan hingga seratus per hari.
Fenomena ini membuka peluang usaha baru. Pemuda desa menjadi pemandu wisata, fotografer, dan penjual merchandise kreatif. Dengan demikian, tempat ini menjadi ruang belajar kewirausahaan bagi warga.
Tantangan Penataan Kawasan
Lonjakan pengunjung menimbulkan tantangan. Lahan parkir terbatas, dan area pedagang membutuhkan penataan lebih baik. Kepala Desa berharap pemerintah kabupaten menyediakan fasilitas umum, lahan parkir, dan pelatihan pedagang. Selain itu, mereka berencana membuat jalur khusus pengunjung agar lalu lintas tetap lancar.
Makna Budaya Patung Macan Putih
Patung ini tidak sekadar viral. Macan putih dalam tradisi lokal berperan sebagai penjaga desa. Ia simbol keberkahan dan perlindungan. Pematung, Suwari, mendapat inspirasi dari mimpi spiritual sebelum memulai karya. Oleh karena itu, patung ini memiliki makna budaya penting bagi warga.
Suwari menyelesaikan patung dalam 19 hari. Meski begitu, ia menolak menjualnya meski ditawar ratusan juta rupiah.
Kesimpulan
Patung Macan Putih membuktikan bahwa viral di media sosial bisa menjadi peluang ekonomi nyata. Wujud unik yang dulu dibully kini menarik wisatawan dan membuka peluang UMKM lokal. Desa Balongjeruk kini dikenal luas. Selain itu, patung ini menunjukkan pentingnya kreativitas dan keberanian dalam membangun ikon desa.
