HiburanNasionalSosialWisata

KAI Catat Penjualan Tiket Kereta Saat Nataru Tembus 3,3 Juta dari 3,5 Juta Kursi

duniakreasi.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan signifikan penjualan tiket kereta api selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Hingga akhir Desember 2025, jumlah tiket yang terjual telah menembus angka lebih dari 3,3 juta tiket dari total sekitar 3,5 juta kursi yang disediakan.

Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api untuk melakukan perjalanan liburan akhir tahun. Kereta api kembali menjadi pilihan utama karena faktor kenyamanan, ketepatan waktu, serta harga yang relatif terjangkau.

Manajemen KAI menilai tren ini sebagai sinyal positif atas meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan perkeretaapian nasional, khususnya pada periode dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi.


Penjualan Kereta Jarak Jauh Melonjak Tajam

Dari total tiket yang terjual, kereta api jarak jauh menyumbang porsi terbesar. Jumlah tiket kereta jarak jauh bahkan melampaui kapasitas kursi yang disediakan. Kondisi ini terjadi karena sistem perjalanan penumpang yang bersifat dinamis, di mana satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu penumpang dalam rute yang berbeda.

Fenomena tersebut mencerminkan optimalisasi operasional yang dilakukan KAI dalam mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Setiap rangkaian kereta beroperasi dengan tingkat keterisian yang sangat tinggi, terutama pada rute-rute favorit menuju kota tujuan wisata dan kampung halaman.

Tingginya permintaan ini juga menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi tulang punggung transportasi antarkota, khususnya saat musim liburan panjang.


Layanan Kereta Lokal Tetap Diminati

Selain layanan jarak jauh, kereta api lokal juga mencatat angka penjualan yang solid. Ratusan ribu tiket kereta lokal terjual selama periode Nataru, menandakan peran penting angkutan ini dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah aglomerasi dan daerah penyangga.

Kereta lokal banyak dimanfaatkan untuk perjalanan singkat, kunjungan keluarga, hingga aktivitas wisata harian. KAI menilai layanan ini tetap relevan dan strategis, terutama dalam mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya selama libur panjang.

Dengan ketersediaan jadwal yang padat dan tarif yang terjangkau, kereta lokal menjadi solusi transportasi yang efisien bagi masyarakat.


Total Kapasitas Disiapkan Secara Maksimal

Untuk menghadapi lonjakan penumpang selama Nataru, KAI menyiapkan lebih dari 3,5 juta tempat duduk yang tersebar di seluruh wilayah operasional. Persiapan ini mencakup penambahan perjalanan, optimalisasi rangkaian kereta, serta penguatan layanan di stasiun-stasiun utama.

Langkah tersebut bertujuan memastikan seluruh penumpang dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. KAI juga menyesuaikan jadwal operasional agar selaras dengan pola pergerakan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.

Hasilnya, sebagian besar kursi yang disediakan berhasil terjual, mencerminkan efektivitas perencanaan angkutan yang dilakukan perusahaan.


Program Diskon Dorong Minat Masyarakat

KAI juga menjalankan program diskon tarif hingga 30 persen selama periode Nataru. Program ini berhasil menarik minat masyarakat untuk merencanakan perjalanan menggunakan kereta api, terutama bagi penumpang yang memesan tiket lebih awal.

Diskon tersebut berlaku untuk ratusan ribu kursi di berbagai rute dan kelas layanan. Strategi ini tidak hanya membantu meningkatkan keterisian kereta, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi pelanggan dalam menekan biaya perjalanan.

Manajemen KAI menilai kebijakan tarif ini efektif dalam menjaga keseimbangan antara pelayanan publik dan keberlanjutan bisnis perusahaan.


Dampak Positif bagi Perekonomian Daerah

Tingginya volume penumpang kereta api selama Nataru turut memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Mobilitas masyarakat yang meningkat mendorong pertumbuhan sektor pendukung, seperti usaha kuliner, transportasi lanjutan, hingga pariwisata lokal.

Aktivitas di sekitar stasiun mengalami peningkatan signifikan. Pelaku usaha kecil dan menengah merasakan langsung dampak dari ramainya arus penumpang, terutama di kota-kota tujuan wisata dan daerah asal pemudik.

Kondisi ini memperlihatkan peran strategis kereta api dalam mendukung perputaran ekonomi nasional, khususnya pada momen libur besar.


Pola Perjalanan Cenderung Merata

Data operasional menunjukkan bahwa pergerakan penumpang selama Nataru tidak hanya terpusat pada satu atau dua hari tertentu. Meski terdapat puncak perjalanan menjelang Natal dan Tahun Baru, arus penumpang relatif merata sepanjang periode angkutan.

Pola ini membantu KAI menjaga stabilitas layanan dan menghindari kepadatan ekstrem pada satu waktu. Manajemen memanfaatkan data tersebut untuk mengatur jadwal, menyiapkan petugas tambahan, serta meningkatkan pengawasan keselamatan.

Pendekatan ini dinilai efektif dalam menjaga kelancaran perjalanan penumpang di seluruh jaringan kereta api.


Imbauan KAI kepada Calon Penumpang

Melihat tingginya tingkat penjualan tiket, KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang dan membeli tiket lebih awal. Langkah ini membantu calon penumpang mendapatkan jadwal dan kelas layanan sesuai kebutuhan.

KAI juga mengingatkan pelanggan untuk selalu mematuhi aturan perjalanan serta menjaga ketertiban selama berada di stasiun maupun di dalam kereta. Disiplin penumpang menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas layanan.

Dengan kerja sama antara operator dan pelanggan, KAI optimistis angkutan Nataru dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman hingga akhir periode liburan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *