DuniaHiburanKreasiSosial

WNI Diminta Waspada — KBRI Phnom Penh Imbau Hindari Zona Konflik Perbatasan Kamboja-Thailand

Duniakreasi.id— Peningkatan ketegangan di perbatasan antara Kamboja dan Thailand membuat KBRI Phnom Penh resmi mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Kamboja untuk tetap tenang, waspada, dan mematuhi himbauan otoritas lokal.

Imbauan ini mencakup permintaan agar WNI membatasi perjalanan ke provinsi-provinsi yang dianggap rawan konflik — terutama Preah Vihear, Oddar Meanchey, dan Banteay Meanchey.

KBRI juga meminta WNI untuk mengikuti informasi resmi, mendaftar melalui portal resmi pemerintah, dan menyimpan kontak darurat kedutaan.


🔎 Latar Belakang Konflik

Sejak Juli 2025, ketegangan meningkat di perbatasan Kamboja–Thailand akibat sengketa wilayah, khususnya di zona sekitar Preah Vihear dan Oddar Meanchey. Eskalasi konflik memicu peringatan bagi warga dan hilangnya rasa aman di wilayah terdampak.

Beberapa pemerintah asing dan kedutaan internasional turut merekomendasikan agar warga tidak melakukan perjalanan ke area dekat perbatasan. Situasi ini membuat banyak WNI dan orang asing di Kamboja harus memperhatikan situasi keamanan dengan serius.


🎯 Isi Imbauan KBRI Phnom Penh

Dalam pernyataannya pada 8 Desember 2025, KBRI Phnom Penh menekankan hal-hal berikut kepada WNI:

  • Hindari atau batasi perjalanan ke wilayah Preah Vihear, Oddar Meanchey, dan Banteay Meanchey.
  • Pantau perkembangan situasi melalui saluran resmi: media lokal, otoritas keamanan, dan informasi dari KBRI.
  • Daftar diri melalui portal resmi pemerintah: Peduli WNI (www.peduliwni.kemlu.go.id) untuk memudahkan komunikasi dan koordinasi.
  • Simpan dan gunakan hotline KBRI Phnom Penh untuk kebutuhan kekonsuleran atau darurat: +855 12 813 282 / +855 61 844 661.
  • Jangan panik — tetap tenang dan patuhi arahan.

KBRI menyatakan akan terus memantau situasi dan memberi pembaruan secara berkala kepada WNI di Kamboja.


✅ Kondisi WNI — Belum Ada Korban

Hingga kini, pemerintah melalui KBRI dan otoritas Kamboja mengonfirmasi bahwa tidak ada WNI yang menjadi korban konflik.

KBRI mencatat beberapa WNI tinggal di wilayah dekat zona konflik — seperti di O’Smach, Oddar Meanchey — namun tidak ada laporan korban luka atau tewas.

Meskipun demikian, kedutaan tetap meminta WNI untuk membatasi mobilitas dan melapor diri, terutama bagi yang berada dekat area rawan.


🛡️ Upaya Perlindungan & Mitigasi dari Pemerintah RI

Pemerintah melalui KBRI telah menyiapkan sejumlah langkah proteksi bagi WNI:

  • Hotline konsuler aktif 24 jam untuk menampung laporan dan memberikan bantuan jika dibutuhkan.
  • Ajakan untuk registrasi dan pelaporan diri via portal resmi “Peduli WNI” agar data dan keberadaan WNI bisa termonitor dengan baik.
  • Koordinasi erat dengan otoritas lokal di Kamboja untuk mengikuti perkembangan situasi keamanan.

Sebelumnya, pada puncak ketegangan Juli 2025, imbauan serupa telah dikeluarkan oleh KBRI Phnom Penh dan KBRI Bangkok.


📝 Saran bagi WNI di Kamboja dan Sekitarnya

Bagi WNI yang saat ini berada di Kamboja — terutama di wilayah dekat perbatasan — berikut rekomendasi penting:

  • Hindari perjalanan ke kawasan Preah Vihear, Oddar Meanchey, Banteay Meanchey, atau area konflik lainnya.
  • Pantau terus informasi resmi dari pemerintah Kamboja, KBRI, serta media nasional dan internasional terpercaya.
  • Daftarkan diri di portal “Peduli WNI” agar status dan lokasi tercatat dengan baik.
  • Simpan kontak darurat KBRI dan gunakan jika diperlukan.
  • Hindari pergerakan malam hari di zona perbatasan.
  • Jangan tergoda berita hoaks — pastikan informasi dari sumber resmi.

🔚 Kesimpulan

Kondisi di perbatasan Kamboja–Thailand tetap beresiko meskipun belum ada laporan WNI menjadi korban. Oleh karena itu, imbauan dari KBRI Phnom Penh sangat relevan dan penting.

WNI di Kamboja diharapkan menahan diri dari perjalanan ke zona rawan, aktif mengikuti informasi resmi, dan menjaga komunikasi dengan kedutaan untuk antisipasi segala kemungkinan.

Dengan langkah proaktif seperti registrasi ulang, kewaspadaan, dan mematuhi himbauan, WNI bisa meminimalkan potensi bahaya sambil tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi yang bisa berubah cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *