KreasiNasionalSosial

Pak Ogah Tutup Exit Tol Rawa Buaya: Fakta, Penangkapan, dan Tindakan Polisi

Duniakreasi.id — JAKARTA – Sebuah video viral menampilkan beberapa pak ogah menutup Exit Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Mereka berdiri di jalan keluar tol sambil meminta uang dari pengendara. Video itu menimbulkan keresahan masyarakat dan segera menarik perhatian aparat kepolisian.

Video muncul pada Rabu, 14 Januari 2026. Netizen mengecam aksi ini karena mengganggu lalu lintas. Banyak orang meminta polisi bertindak cepat agar kejadian serupa tidak berulang. Selain itu, mereka khawatir pengguna jalan tol akan terus dirugikan.

Polisi Menangkap Enam Orang

Polda Metro Jaya langsung mengerahkan tim gabungan. Pada Kamis, 15 Januari 2026, polisi menangkap enam orang yang diduga terlibat. Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa aparat membawa keenam orang itu ke Polsek Cengkareng untuk diperiksa.

Polisi menyita uang tunai dan ponsel dari lokasi. Mereka ingin memastikan tidak ada pungutan liar yang merugikan masyarakat. Selain itu, aparat menegaskan tindakan tegas diperlukan untuk menjaga ketertiban di exit tol.

Klarifikasi Polisi dan Dishub

Polisi dan Dishub DKI Jakarta menjelaskan fakta sebenarnya. Rantai dan gembok yang terlihat di exit tol dipasang resmi oleh Dishub. Mereka memasang rantai untuk mengatur arus kendaraan agar tidak menimbulkan kemacetan.

Iptu Aang Kaharudin dari Polsek Cengkareng menegaskan bahwa pak ogah tidak memasang rantai. Mereka hanya berdiri di lokasi setelah jalan dibuka. Polisi menekankan bahwa pak ogah tidak memaksa pengendara membayar agar jalan terbuka.

Polisi Tetap Selidiki Dugaan Pungli

Meski rantai resmi, polisi menyelidiki dugaan oknum meminta uang dari pengendara. Beberapa laporan warga menyebut pengendara diminta membayar agar bisa melintas lebih cepat. Polisi memastikan setiap tindakan ilegal akan ditindak tegas.

Kasus ini menjadi sorotan karena exit tol merupakan titik strategis. Polisi dan Dishub menambah pengawasan di lokasi ini. Tujuannya untuk mencegah siapa pun memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi.

Respons Publik

Netizen mengecam aksi pak ogah dan mendukung tindakan aparat. Mereka menekankan pentingnya kehadiran polisi dan Dishub di titik rawan. Selain itu, masyarakat berharap kejadian serupa tidak terjadi di masa depan.

Secara hukum, memaksa pengendara memberi uang termasuk pungli. Polisi menegaskan akan menindak siapa pun yang melanggar KUHP atau peraturan daerah. Oleh karena itu, pengawasan tetap ketat.

Upaya Dishub dan Polisi

Dishub dan polisi meningkatkan patroli di exit tol. Mereka menempatkan petugas saat jam buka-tutup jalan. Patroli gabungan rutin berjalan setiap hari. Selain itu, Dishub menyosialisasikan jadwal resmi buka-tutup jalan kepada masyarakat.

Dengan langkah ini, pengendara memahami prosedur resmi dan tidak salah sangka. Polisi siap menindak siapa pun yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi.

Pencegahan dan Edukasi Publik

Selain patroli, Dishub memberi edukasi kepada pengendara. Mereka menjelaskan cara melintasi exit tol dengan aman. Masyarakat juga mendapat informasi kapan jalan resmi ditutup dan dibuka.

Polisi menekankan pentingnya kerja sama masyarakat. Jika pengendara melihat tindakan ilegal, mereka bisa melapor ke polisi atau Dishub. Dengan demikian, keamanan dan kenyamanan tetap terjaga.

Kesimpulan

Insiden ini menimbulkan perhatian publik luas. Polisi menangkap enam orang untuk pemeriksaan. Rantai tol dipasang resmi oleh Dishub. Dugaan pungli masih diselidiki.

Dishub dan polisi bekerja sama agar exit tol aman dan tertib. Mereka menambah pengawasan, patroli rutin, dan edukasi publik. Dengan langkah ini, pengendara dapat melintasi tol dengan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *