KreasiNasionalSosial

Pasutri Viral Ngamuk Saat Ditegur Merokok Sambil Membawa Bayi, Polisi Turun Tangan

Duniakreasi.id — Viralnya video pasutri (pasangan suami istri) yang berkendara sambil merokok dan menggendong bayi di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, memicu keprihatinan publik dan jadi perbincangan hangat di media sosial. Insiden tersebut tak hanya memperlihatkan tingkah arogan kedua pengendara, tetapi juga berujung pada tindakan kekerasan dan keterlibatan pihak kepolisian dalam menyelidiki kejadian itu.

Peristiwa yang kini ramai dibahas masyarakat ini bermula saat video tersebut diunggah oleh salah satu pengguna media sosial. Dalam video berdurasi singkat itu, tampak sebuah motor yang melaju pelan di tengah lalu lintas dengan dua orang dewasa dan seorang bayi yang digendong di bagian depan kendaraan. Uniknya, kedua orang dewasa tersebut tampak tanpa mengenakan helm dan masing-masing sedang merokok sambil berkendara.

Teguran yang Berujung Perselisihan

Seorang pengendara lain yang berada di belakang mereka merasa terganggu dengan perilaku itu. Ia kemudian menegur pasangan tersebut agar mematikan rokoknya karena asap dan bara dari rokok dikhawatirkan akan membahayakan orang lain di jalan. “Kalau di motor jangan merokok, dong. Kena abunya kena orang,” ucap perekam dalam video tersebut.

Respons dari pasangan pengendara justru tidak sesuai harapan. Mereka mengabaikan saran itu dan tetap melanjutkan perjalanan sambil terus merokok. Bahkan, saat penegur mencoba membantu dengan cara menyiramkan air ke arah rokok yang menyala, situasi berubah menjadi semakin memanas.

Insiden Kekerasan di Jalan

Tindakan menyiram air tersebut tampaknya memicu ledakan emosi bagi pengendara pria yang sedang merokok. Ia langsung menghentikan motor dan turun dari kendaraannya untuk menghadapi penegur. Dalam sekejap, pertengkaran mulut berubah menjadi serangan fisik. Pria itu memukul perekam video, disertai makian keras yang terekam jelas.

“Gue bawa bayi, lo ngerti nggak! Gue anak sini, mau gue matiin lo!” teriak pria tersebut sambil melayangkan pukulan. Bahkan, sang istri ikut menunjukkan sikap defensif terhadap perekam video, ikut menyalahkan dan membela suaminya atas teguran yang diberikan.

Aksi kekerasan tersebut berlangsung di seberang Pasar Palmerah, menarik perhatian warga sekitar yang kemudian berusaha melerai. Namun, argumen antara kedua belah pihak nyaris terus berlanjut sebelum keributan bisa sedikit mereda.

Kondisi Anak dalam Insiden

Salah satu aspek yang paling mengundang kritik adalah hadirnya bayi di tengah insiden tersebut. Banyak warganet mengecam keputusan kedua orang dewasa itu yang membawa anak kecil ke dalam situasi yang sangat berisiko — berkendara tanpa helm, merokok di jalan dan memicu konflik fisik. Meskipun belum ada laporan medis terkait kondisi bayi dalam video itu, banyak pihak menyayangkan keselamatan anak kecil yang tampak berada dalam bahaya. Ini menimbulkan pertanyaan etis dan hukum tentang perlindungan anak saat berkendara.

Tanggapan Polisi Palmerah

Menanggapi viralnya video tersebut, Kapolsek Palmerah, Kompol Gomos Simamora, membenarkan adanya insiden itu. Pihak kepolisian segera meminta keterangan dari pengendara yang melakukan kekerasan terhadap perekam video. “Iya, pelaku sudah dimintai keterangan,” kata Gomos saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).

Namun, Gomos belum membeberkan secara rinci apa motif sebenarnya yang membuat pelaku kehilangan kontrol emosi dan melakukan pemukulan setelah ditegur. Saat ini, polisi masih melakukan rangkaian pemeriksaan lanjutan untuk memahami semua aspek kejadian. “Masih dimintai keterangannya. Kita kan juga perlu tahu apakah penyebabnya emosi atau ada faktor lain,” tambahnya.

Selain itu, penyidik juga melihat apakah orang dewasa yang membawa bayi tersebut melanggar aturan lalu lintas, termasuk tidak menggunakan helm dan membawa anak kecil tanpa pengamanan yang semestinya. Pemeriksaan terhadap isi laporan dan bukti lain menjadi bagian dari proses penegakan hukum yang sedang berjalan.

Respon Publik melalui Media Sosial

Sementara itu, video ini telah memicu reaksi beragam dari para pengguna internet. Sebagian besar mengecam perilaku pasangan tersebut yang tidak hanya membahayakan diri sendiri tetapi juga orang lain di jalan. Banyak netizen menyerukan pelanggaran terhadap kode keselamatan berkendara dan norma sosial — terutama dalam penggunaan helm serta larangan merokok sambil berkendara.

Beberapa komentar bahkan menyoroti perlunya edukasi lebih kuat terkait keselamatan berkendara serta dampak merokok terhadap lingkungan sekitar. “Kalau merokok ya di tempat yang aman, jangan sambil bawa kendaraan dan membahayakan orang lain,” tulis salah satu pengguna Twitter. Sementara lainnya mengungkapkan kekhawatiran lebih besar mengenai keselamatan anak yang ikut dalam insiden tersebut.

Tinjauan Hukum dan Keselamatan Berkendara

Menurut sejumlah ahli keselamatan lalu lintas, merokok saat mengendarai sepeda motor jelas meningkatkan risiko kecelakaan karena gangguan konsentrasi serta potensi benda panas (api dan abu rokok) yang bisa jatuh dan mengganggu pengendara lain. Ditambah lagi, membawa anak tanpa perlindungan helm merupakan pelanggaran terhadap aturan keselamatan berkendara yang sudah diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Secara hukum, pemukulan terhadap orang yang sedang menegur juga bisa berpotensi masuk dalam ranah pidana penganiayaan jika terbukti unsur kesengajaan dan tindakan yang berlebihan. Polisi kini harus menelaah apakah terjadi ancaman, kekerasan fisik yang disengaja, serta apakah ada alasan lain yang mendasari emosi pelaku.

Kesimpulan

Kasus viral pasangan suami istri yang mengamuk setelah ditegur merokok sambil membawa bayi meninggalkan banyak pelajaran penting: pentingnya disiplin dan etika berkendara, perlindungan terhadap keselamatan anak, serta pentingnya reaksi yang bijak saat menegur bahaya di jalan. Keterlibatan polisi dalam menyelidiki kasus ini menunjukkan bahwa tindakan tak bertanggung jawab di jalan tidak bisa dibiarkan. Publik masih menunggu hasil akhir dari proses hukum yang sedang berjalan terhadap pelaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *