NasionalSosial

Sopir Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak Negatif Narkoba, Polisi Dalami Penyebab Kecelakaan Maut

Duniakreasi.idSemarang – Kepolisian Daerah Jawa Tengah memastikan sopir bus PO Cahaya Trans yang terlibat kecelakaan maut di Exit Tol Krapyak, Semarang, tidak mengonsumsi narkoba. Hasil tersebut muncul setelah tim medis melakukan pemeriksaan darah secara menyeluruh.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut kepada publik. Ia menegaskan bahwa tes medis menunjukkan hasil negatif narkotika dan obat terlarang.

“Hasil pemeriksaan darah menunjukkan sopir negatif narkoba,” ujar Artanto kepada wartawan.

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan penyebab utama kecelakaan. Aparat masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan faktor pemicu insiden yang merenggut banyak korban jiwa itu.


Kronologi Kecelakaan di Tol Krapyak

Kecelakaan terjadi pada Senin dini hari sekitar pukul 00.45 WIB. Bus PO Cahaya Trans melaju dari arah Jakarta menuju Yogyakarta. Saat memasuki turunan dan tikungan Exit Tol Krapyak, kendaraan kehilangan kendali.

Bus kemudian menabrak pembatas jalan dan terguling. Benturan keras menyebabkan bagian bodi rusak parah. Beberapa penumpang terlempar dari kursi akibat benturan tersebut.

Peristiwa ini menewaskan 16 orang penumpang. Sementara itu, puluhan korban lainnya mengalami luka berat dan ringan. Tim evakuasi langsung membawa korban ke sejumlah rumah sakit di Semarang.


Kesaksian Penumpang Selamat

Seorang penumpang selamat bernama Sutiadi mengungkapkan detik-detik sebelum kecelakaan terjadi. Ia mengatakan bus melaju cukup kencang saat memasuki jalur menurun.

Menurutnya, bus tidak mengurangi kecepatan secara signifikan. Kondisi itu membuat kendaraan sulit dikendalikan ketika memasuki tikungan.

“Bus melaju cepat dari turunan. Tidak terasa ada pengereman kuat,” kata Sutiadi saat dirawat di rumah sakit.

Beberapa penumpang lain juga menyampaikan kesaksian serupa. Mereka menilai laju bus cukup tinggi menjelang kecelakaan.


Sopir Cadangan Jadi Sorotan

Polisi mengungkap fakta penting dalam penyelidikan awal. Sopir yang mengemudikan bus saat kecelakaan bukan sopir utama. Ia merupakan sopir cadangan yang menggantikan rekannya di perjalanan.

Pergantian sopir itu terjadi di wilayah Subang, Jawa Barat. Polisi kini menelusuri alasan pergantian serta kondisi fisik sopir saat mengambil alih kemudi.

“Kami dalami apakah ada faktor kelelahan atau pelanggaran prosedur,” ujar Artanto.

Penyidik juga memeriksa rekam jejak jam kerja sopir. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kepatuhan terhadap aturan keselamatan transportasi.


Polisi Selidiki Faktor Teknis Kendaraan

Selain kondisi pengemudi, polisi memeriksa kondisi teknis bus. Tim forensik lalu lintas mengecek sistem pengereman, ban, dan mesin kendaraan.

Penyidik juga menelusuri kemungkinan kegagalan fungsi rem. Dugaan ini muncul karena lokasi kecelakaan berada di jalur turunan dengan tikungan tajam.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Mereka mengamati jejak ban dan posisi akhir kendaraan. Data tersebut menjadi dasar analisis penyebab kecelakaan.


Pemeriksaan Medis Berlanjut

Meski hasil tes narkoba negatif, tim medis tetap melakukan pemeriksaan lanjutan. Dokter mengecek kondisi kesehatan sopir secara menyeluruh.

Pemeriksaan tersebut mencakup tekanan darah, kadar gula, dan kondisi kelelahan. Polisi ingin memastikan tidak ada gangguan kesehatan yang memengaruhi konsentrasi sopir.

Hingga kini, sopir masih menjalani perawatan medis. Polisi menunggu izin dokter sebelum melakukan pemeriksaan intensif.


Duka Mendalam Keluarga Korban

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Sejumlah korban berasal dari berbagai daerah, termasuk Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Beberapa korban merupakan satu keluarga. Mereka sedang dalam perjalanan pulang ketika kecelakaan terjadi. Pihak keluarga berharap polisi mengusut kasus ini secara transparan.

“Kami ingin kejelasan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar salah satu anggota keluarga korban.


Sorotan terhadap Keselamatan Transportasi

Kecelakaan ini kembali menyoroti keselamatan transportasi darat. Publik meminta operator bus meningkatkan pengawasan terhadap sopir dan kendaraan.

Pengamat transportasi menilai jalur Exit Tol Krapyak membutuhkan perhatian khusus. Jalur tersebut memiliki kontur menurun dan tikungan tajam.

Mereka menyarankan penambahan rambu peringatan serta pengawasan kecepatan. Evaluasi menyeluruh dinilai penting untuk mencegah kecelakaan serupa.


Proses Hukum Masih Berjalan

Polda Jawa Tengah memastikan proses hukum akan berjalan transparan. Polisi membuka semua kemungkinan penyebab kecelakaan.

“Kami tidak terburu-buru menyimpulkan. Semua fakta akan kami uji,” tegas Artanto.

Hasil akhir penyelidikan akan menjadi dasar penentuan tanggung jawab hukum. Polisi juga akan melibatkan ahli transportasi jika diperlukan.


Kesimpulan

Hasil pemeriksaan memastikan sopir bus PO Cahaya Trans negatif narkoba. Namun, penyelidikan belum selesai. Polisi masih mendalami faktor teknis, kondisi sopir, dan kronologi perjalanan.

Kecelakaan maut di Tol Krapyak menjadi pengingat pentingnya keselamatan transportasi. Penegakan standar operasional dan pengawasan ketat dinilai krusial untuk melindungi penumpang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *