Konservasi Air dari Hulu ke Hilir, Le Minerale Raih Anugerah Ekonomi Hijau
Duniakreasi.id – Konservasi Air dari Hulu ke Hilir, Le Minerale Raih Anugerah Ekonomi Hijau
Komitmen terhadap keberlanjutan sumber daya air membawa Le Minerale meraih penghargaan dalam Anugerah Ekonomi Hijau 2026. Perusahaan mendapatkan apresiasi atas program konservasi sumber daya air yang dilakukan secara terintegrasi, mulai dari kawasan hulu hingga upaya menjaga ketersediaan air di tingkat hilir.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap berbagai langkah yang dilakukan Le Minerale dalam menjaga ekosistem sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya air. Pendekatan yang diterapkan tidak hanya mengandalkan penanaman pohon, tetapi juga diperkuat dengan pembangunan infrastruktur untuk membantu proses penyerapan air ke dalam tanah.
Program tersebut dinilai memiliki pendekatan yang terukur karena menggabungkan perlindungan vegetasi, kawasan resapan, infrastruktur konservasi, serta pemantauan yang dilakukan secara berkala.
Konservasi Air Dimulai dari Hulu
Ketersediaan air bersih tidak dapat dilepaskan dari kondisi kawasan hulu. Daerah yang memiliki tutupan vegetasi dan sistem resapan yang baik berperan penting dalam menjaga siklus air serta mengurangi limpasan air permukaan.
Atas dasar itu, Le Minerale menjalankan program konservasi yang menitikberatkan pada perlindungan kawasan sumber air. Salah satu bentuknya adalah penanaman pohon yang dilakukan secara berkelanjutan.
Hingga akhir 2025, Le Minerale mencatat telah menanam 244.268 pohon di berbagai wilayah. Program penanaman tersebut telah berjalan sejak 2015 dan diarahkan untuk membantu memperbaiki fungsi lingkungan, menjaga kawasan resapan, serta mendukung keberlangsungan siklus air.
Penanaman vegetasi juga memiliki manfaat yang lebih luas. Selain membantu mempertahankan kondisi tanah, keberadaan pohon dapat berkontribusi dalam mengurangi risiko erosi dan limpasan air ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Dengan demikian, konservasi air tidak hanya dipandang sebagai kegiatan untuk menjaga sumber air saat ini, tetapi juga sebagai investasi lingkungan untuk kebutuhan masyarakat pada masa mendatang.
Menggunakan Pendekatan Smart Recharge
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam program konservasi Le Minerale adalah penerapan metode smart recharge.
Metode tersebut digunakan dengan pendekatan ilmiah untuk menentukan wilayah yang sesuai bagi kegiatan konservasi sekaligus memilih infrastruktur yang dapat membantu meningkatkan proses pengisian kembali air tanah.
Konsep ini membuat konservasi tidak sekadar dilakukan berdasarkan lokasi yang tersedia. Penentuan zona dan pembangunan infrastruktur mempertimbangkan kebutuhan sistem sumber daya air serta kondisi lingkungan di wilayah terkait.
Dalam pelaksanaannya, pendekatan vegetasi kemudian dipadukan dengan infrastruktur yang mendukung proses infiltrasi. Hingga akhir 2025, Le Minerale tercatat telah membangun 341 sumur resapan, 22 sumur imbuhan, dan kolam resapan yang terintegrasi.
Kehadiran berbagai fasilitas tersebut diharapkan membantu air hujan masuk kembali ke dalam tanah. Dengan begitu, air tidak seluruhnya mengalir sebagai limpasan permukaan, tetapi sebagian dapat dimanfaatkan untuk mendukung keseimbangan sistem air tanah.
Infrastruktur Memperkuat Konservasi
Penanaman pohon dan pembangunan sumur resapan memiliki fungsi yang saling melengkapi.
Vegetasi membantu menjaga kondisi ekosistem dan tanah, sementara infrastruktur resapan dirancang untuk mendukung masuknya air ke dalam tanah. Kombinasi keduanya menjadi bagian dari pendekatan konservasi yang diterapkan Le Minerale.
Konsep tersebut juga berkaitan dengan upaya menerapkan prinsip zero runoff, yaitu mengoptimalkan pengelolaan air hujan agar tidak seluruhnya menjadi aliran permukaan yang berpotensi meningkatkan beban sistem drainase.
Menurut informasi yang dipublikasikan mengenai program tersebut, konservasi dilakukan melalui kombinasi penanaman pohon, pembangunan sumur resapan, sumur imbuhan, serta kolam resapan. Seluruh upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan infiltrasi sekaligus menjaga keseimbangan sumber daya air.
Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa pengelolaan air membutuhkan strategi yang dilakukan secara menyeluruh. Menjaga air tidak cukup hanya dengan memperhatikan titik pengambilan atau pemanfaatannya, tetapi juga harus dimulai dari kondisi ekosistem yang menopang sumber air tersebut.
Penghargaan untuk Program Berkelanjutan
Anugerah Ekonomi Hijau 2026 merupakan ajang yang memberikan apresiasi kepada perusahaan, lembaga, dan organisasi yang menjalankan berbagai inisiatif terkait keberlanjutan.
Pada penyelenggaraan tahun ini, penghargaan mencakup sejumlah kategori yang berkaitan dengan praktik ramah lingkungan, tanggung jawab sosial, pembiayaan hijau, kontribusi ekonomi masyarakat, hingga pengembangan ekosistem berkelanjutan.
Le Minerale memperoleh apresiasi untuk program Konservasi Sumber Daya Air dari Hulu ke Hilir. Penghargaan tersebut diberikan atas pendekatan konservasi yang memadukan metodologi ilmiah dengan perlindungan ekosistem serta pembangunan infrastruktur pendukung.
Bagi perusahaan, penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap berbagai upaya yang telah dilakukan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air.
Managing Director Mayora Beverages, Riko Sistanto, menyampaikan bahwa keberlanjutan sumber daya air merupakan bagian dari komitmen perusahaan. Menurutnya, konservasi perlu dilakukan dengan pendekatan yang terukur agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Menjaga Air untuk Generasi Mendatang
Persoalan ketersediaan air menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian jangka panjang. Pertumbuhan penduduk, perubahan penggunaan lahan, perkembangan kawasan permukiman, serta perubahan kondisi iklim dapat memberikan tekanan terhadap sistem sumber daya air.
Karena itu, konservasi perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan.
Program yang dilakukan Le Minerale menunjukkan pendekatan yang menggabungkan kegiatan berbasis alam dengan pembangunan infrastruktur. Penanaman ratusan ribu pohon dilakukan untuk mendukung fungsi ekologis kawasan, sedangkan sumur resapan dan sumur imbuhan digunakan untuk membantu proses pengisian kembali air ke dalam tanah.
Kombinasi tersebut menjadi penting karena pengelolaan air tidak dapat hanya berfokus pada satu aspek.
Upaya konservasi juga membutuhkan pemantauan agar program yang dijalankan dapat dievaluasi secara berkala. Pendekatan smart recharge yang digunakan Le Minerale menjadi salah satu bagian dari strategi tersebut karena menentukan zona dan kebutuhan infrastruktur berdasarkan metodologi ilmiah.
Pada akhirnya, keberhasilan konservasi air bukan hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam atau fasilitas yang dibangun. Hal yang lebih penting adalah bagaimana seluruh program tersebut mampu memberikan manfaat ekologis secara berkelanjutan.
Komitmen Berkelanjutan
Le Minerale menempatkan konservasi sumber daya air sebagai salah satu bagian dari agenda keberlanjutan perusahaan. Upaya tersebut dilakukan dengan pendekatan dari hulu hingga hilir, sehingga perlindungan ekosistem dan pengelolaan air dapat berjalan secara beriringan.
Capaian hingga akhir 2025, berupa penanaman 244.268 pohon, pembangunan 341 sumur resapan, 22 sumur imbuhan, serta kolam resapan terintegrasi, menjadi bagian dari perjalanan program tersebut.
Penghargaan Anugerah Ekonomi Hijau 2026 kemudian menjadi apresiasi atas pendekatan yang telah dijalankan.
Ke depan, keberlanjutan program konservasi akan menjadi faktor penting untuk memastikan sumber daya air tetap tersedia. Upaya menjaga air dari kawasan hulu, meningkatkan infiltrasi, hingga mengelola air secara lebih bertanggung jawab di tingkat hilir pada akhirnya tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan.
Konservasi air dengan demikian bukan sekadar program lingkungan, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama untuk mempertahankan keseimbangan alam dan memastikan kebutuhan generasi mendatang tetap dapat terpenuhi.

