FinansialKreasiNasionalSosial

Polisi Ringkus Pentolan dan Anggota KKB Kodap I Mamta di Keerom, Senjata Api Disita

Duniakreasi.id – Polisi Ringkus Pentolan dan Anggota KKB Kodap I Mamta di Keerom, Senjata Api Disita

KEEROM – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Keerom Polda Papua mengamankan lima orang dalam pengembangan perkara kelompok bersenjata di Kabupaten Keerom, Papua.

Salah satu orang yang diamankan berinisial HN alias YN. Berdasarkan keterangan kepolisian, YN disebut sebagai salah satu pimpinan kelompok bersenjata Kodap I Mamta.

Penindakan terhadap lima orang tersebut dilakukan pada Selasa (15/9/2026). Empat orang lainnya yang turut diamankan adalah AM (37), AI (29), NW (20), dan BN (45).

Setelah penindakan awal, aparat melanjutkan penyidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa barang bukti, serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dalam pengembangan perkara tersebut, polisi juga melakukan penggeledahan di rumah AM alias M. Dari lokasi itu, petugas menemukan sejumlah senjata dan amunisi.

Polisi Sita Senjata Rakitan dan Puluhan Amunisi

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan, penggeledahan di rumah AM dilakukan sebagai bagian dari pengembangan kasus.

Dari penggeledahan tersebut, aparat mengamankan satu senjata laras panjang rakitan serta sejumlah amunisi. Polisi juga menemukan 30 butir amunisi kaliber 9 milimeter.

Selain itu, petugas menyita sejumlah senjata api panjang jenis PCP dan sebuah senjata laras pendek jenis airsoft gun.

Barang bukti lain yang ditemukan berupa senjata tajam, termasuk parang dan kapak. Seluruh barang yang diamankan kemudian dibawa ke Polres Keerom untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Pada penindakan awal, aparat juga telah mengamankan sejumlah barang lainnya. Di antaranya senjata tajam, telepon seluler, uang tunai, airsoft gun, serta perlengkapan pribadi.

Polisi masih menelusuri asal-usul barang-barang tersebut serta hubungan masing-masing barang bukti dengan orang yang diamankan.

Peran Lima Orang Masih Didalami

Kepolisian belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai peran setiap orang yang diamankan dalam perkara tersebut.

Yusuf mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman dengan mengacu pada keterangan saksi, pengumpulan barang bukti, dan hasil olah TKP.

Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan masing-masing orang dalam perkara yang sedang ditangani.

Dengan demikian, status dan peran setiap pihak masih menjadi bagian dari proses penyidikan. Aparat juga masih mengembangkan informasi yang diperoleh dari penindakan awal.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Faizal Ramadhani menegaskan bahwa penyidik akan menggunakan fakta dan alat bukti dalam menentukan keterlibatan setiap pihak.

Menurut dia, kesimpulan mengenai peran seseorang tidak akan diambil sebelum seluruh rangkaian pemeriksaan dan pembuktian selesai.

Penanganan Perkara Berawal dari Laporan Polisi

Penindakan terhadap lima orang tersebut dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/164/VII/2026/SPKT/Polres Keerom/Polda Papua tertanggal 15 September 2026.

Setelah laporan tersebut ditindaklanjuti, aparat melakukan serangkaian tindakan penyelidikan dan penyidikan di lapangan.

Pengembangan kasus kemudian mengarah kepada penggeledahan rumah AM alias M pada Kamis (17/9/2026). Dalam proses tersebut, sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan perkara berhasil diamankan.

Polisi kini melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang tersebut untuk mengetahui asal-usul dan kepemilikannya.

Selain pemeriksaan barang bukti, penyidik juga masih meminta keterangan dari pihak-pihak yang diamankan serta saksi yang dianggap mengetahui rangkaian perkara.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya aparat menyusun rangkaian peristiwa berdasarkan bukti yang tersedia.

Polisi Masih Telusuri Keterkaitan Senjata

Temuan senjata api dan amunisi menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan perkara di Keerom.

Satu senjata laras panjang rakitan, amunisi kaliber 5,56 milimeter, serta 30 butir amunisi kaliber 9 milimeter telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi juga menemukan beberapa senjata jenis PCP dan airsoft gun. Namun, keterkaitan setiap barang dengan masing-masing orang yang diamankan masih harus dibuktikan melalui proses penyidikan.

Aparat juga perlu memastikan asal-usul serta status kepemilikan barang-barang tersebut.

Karena proses tersebut masih berlangsung, kepolisian menyatakan belum ingin mengambil kesimpulan mengenai keseluruhan jaringan atau peran setiap individu yang diamankan.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Adarma Sinaga menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap YN dan sejumlah orang lainnya masih berjalan.

Penyidik juga terus mengembangkan perkara untuk mengetahui hubungan antara para pihak yang diamankan dengan barang bukti yang ditemukan.

Aparat Tekankan Proses Berdasarkan Bukti

Dalam menangani perkara tersebut, kepolisian menekankan pentingnya proses hukum berdasarkan fakta dan alat bukti.

Faizal mengatakan setiap informasi yang diperoleh akan diperiksa dan didalami untuk memastikan peran serta keterlibatan masing-masing pihak.

Sikap tersebut diperlukan mengingat perkara berkaitan dengan kelompok bersenjata dan kepemilikan sejumlah senjata serta amunisi.

Penyidik juga masih memiliki tugas untuk menghubungkan setiap temuan di lapangan dengan keterangan para pihak yang diperiksa.

Dengan begitu, proses hukum diharapkan dapat berjalan berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai penangkapan tersebut.

Informasi yang berkembang di masyarakat perlu dibandingkan dengan keterangan resmi aparat dan hasil proses penyidikan.

Kondisi Keerom dan Operasi Damai Cartenz

Kabupaten Keerom merupakan salah satu wilayah di Papua yang menjadi bagian dari area penanganan keamanan melalui Operasi Damai Cartenz.

Operasi tersebut melibatkan aparat keamanan dalam penanganan berbagai perkara yang berkaitan dengan kelompok bersenjata di Papua.

Dalam kasus terbaru di Keerom, penindakan dilakukan terhadap lima orang. Polisi menyebut salah satu dari mereka, yakni HN alias YN, sebagai salah satu pimpinan kelompok bersenjata Kodap I Mamta.

Penyebutan tersebut merupakan keterangan dari pihak kepolisian dan proses hukum terhadap para pihak yang diamankan masih berjalan.

Aparat kemudian melanjutkan pemeriksaan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara orang-orang yang diamankan dengan barang bukti yang ditemukan.

Pengembangan juga dilakukan untuk menelusuri kemungkinan keterkaitan barang bukti dengan perkara yang sedang ditangani.

Barang Bukti Dibawa ke Polres Keerom

Setelah ditemukan dalam rangkaian penindakan dan penggeledahan, seluruh barang bukti dibawa ke Polres Keerom.

Pemeriksaan barang bukti menjadi bagian penting untuk memastikan jenis, kondisi, serta asal-usul benda yang diamankan.

Untuk amunisi, polisi juga melakukan pendataan berdasarkan jenis dan kalibernya. Sementara senjata yang ditemukan akan diperiksa lebih lanjut oleh penyidik sesuai kebutuhan proses hukum.

Hasil pemeriksaan barang bukti nantinya dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah hukum berikutnya.

Selain itu, keterangan dari para pihak yang diamankan akan dibandingkan dengan temuan di lapangan.

Penyidikan Masih Berlanjut

Hingga laporan terbaru, proses penyidikan terhadap perkara tersebut masih berlangsung. Polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai keseluruhan jaringan maupun peran masing-masing dari lima orang yang diamankan.

Aparat masih melakukan pemeriksaan terhadap YN dan pihak lainnya. Pengembangan juga diarahkan untuk mengetahui asal-usul senjata dan amunisi yang ditemukan.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 menegaskan bahwa penyidik tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum pemeriksaan dan pembuktian selesai.

Sikap tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penanganan perkara masih berada dalam tahap pendalaman.

Bagi masyarakat, perkembangan kasus ini masih perlu diikuti melalui informasi resmi dari aparat penegak hukum. Setiap perkembangan baru terkait status hukum para pihak maupun hasil pemeriksaan barang bukti akan menjadi bagian dari proses penyidikan.

Penangkapan lima orang di Keerom dan penyitaan sejumlah senjata serta amunisi menjadi perkembangan terbaru dalam penanganan perkara kelompok bersenjata di wilayah tersebut. Polisi masih bekerja untuk mengungkap peran setiap pihak dan memastikan keterkaitan antara para terperiksa dengan barang bukti yang telah diamankan.

Dengan penyidikan yang masih berjalan, aparat menegaskan bahwa seluruh kesimpulan mengenai keterlibatan masing-masing pihak akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang diperoleh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *