Trotoar IRTI Monas Dipenuhi Motor Saat TNI Fair 2026, Dishub Cabut Pentil 80 Kendaraan
Duniakreasi.id – Trotoar IRTI Monas Dipenuhi Motor Saat TNI Fair 2026, Dishub Cabut Pentil 80 Kendaraan
JAKARTA – Ramainya pelaksanaan TNI Fair 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, membuat aktivitas masyarakat meningkat di sekitar lokasi. Tingginya jumlah pengunjung juga berdampak pada kebutuhan ruang parkir, hingga sejumlah sepeda motor ditemukan terparkir di kawasan trotoar IRTI Monas.
Kondisi tersebut kemudian ditindak oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Puluhan sepeda motor yang ditemukan parkir di lokasi yang bukan peruntukannya dikenai tindakan penertiban berupa pencabutan pentil.
Sedikitnya 80 kendaraan roda dua ditindak dalam kegiatan tersebut. Penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai fasilitas pejalan kaki sekaligus menjaga ketertiban di tengah berlangsungnya acara yang menarik banyak masyarakat.
TNI Fair 2026 dipadati pengunjung
TNI Fair 2026 digelar di kawasan Monas selama dua hari, 19-20 September 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI dan dapat dikunjungi masyarakat.
Berbagai kegiatan disiapkan dalam acara tersebut. Pengunjung dapat melihat pameran alutsista dan nonalutsista dari tiga matra TNI, kendaraan militer, teknologi pertahanan, kegiatan sosial, layanan kesehatan, hingga hiburan.
Pada hari pertama pelaksanaan, kawasan Monas terlihat ramai. Masyarakat datang bersama keluarga maupun kelompok untuk melihat langsung berbagai perlengkapan militer yang dipamerkan.
ANTARA melaporkan masyarakat memadati area Silang Monas pada Sabtu, 19 September 2026. Sejumlah pengunjung terlihat mendatangi posko makanan gratis dan area pameran kendaraan tempur. Salah satu yang menarik perhatian adalah tank BMP-3F milik Korps Marinir TNI Angkatan Laut.
Besarnya jumlah pengunjung kemudian turut meningkatkan kepadatan kendaraan di sekitar kawasan.
Motor memenuhi trotoar IRTI
Di tengah tingginya aktivitas pengunjung, sejumlah sepeda motor ditemukan berada di atas trotoar kawasan IRTI Monas.
Trotoar pada dasarnya disediakan untuk memberikan ruang aman dan nyaman bagi masyarakat yang berjalan kaki. Ketika digunakan sebagai tempat parkir kendaraan, ruang pedestrian menjadi berkurang dan pejalan kaki berpotensi harus berpindah ke area lain.
Situasi tersebut menjadi perhatian petugas Dishub yang melakukan pengawasan selama kegiatan berlangsung.
Petugas kemudian mengambil tindakan terhadap kendaraan yang dinilai melanggar ketentuan parkir. Sebanyak 80 sepeda motor dikenai tindakan cabut pentil.
Penertiban ini dilakukan agar kendaraan tidak terus menggunakan trotoar sebagai lokasi parkir serta untuk menjaga kelancaran pergerakan masyarakat di sekitar area TNI Fair.
Penertiban berlangsung saat acara ramai
Penanganan terhadap kendaraan parkir sembarangan dilakukan ketika kawasan Monas sedang dipenuhi pengunjung.
TNI Fair memang menawarkan berbagai aktivitas yang membuat masyarakat tertarik datang. Selain melihat alutsista, warga juga dapat menikmati makanan gratis dan berbagai kegiatan hiburan yang disiapkan panitia.
Pada hari pertama, TNI menyediakan ribuan porsi makanan gratis. Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyebut sekitar 15.000 makanan gratis disiapkan pada Sabtu dan jumlahnya ditingkatkan menjadi 30.000 paket pada hari berikutnya.
Situasi tersebut membuat arus masyarakat di dalam maupun sekitar kawasan Monas menjadi cukup padat.
Karena itu, pengelolaan kendaraan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kegiatan tetap berjalan tertib.
Pengamanan parkir sudah disiapkan
Persoalan parkir sebenarnya telah menjadi bagian dari persiapan pengamanan rangkaian HUT ke-81 TNI.
Pusat Polisi Militer TNI sebelumnya menggelar apel kesiapan personel Pengawalan Lalu Lintas dan Parkir atau Wallakir di Silang Monas. Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, Dishub DKI Jakarta, dan Satpol PP.
Sebanyak 580 personel gabungan disiapkan untuk mendukung pengamanan. Pengaturan tersebut mencakup lalu lintas, kantong parkir, titik penurunan penumpang, serta kendaraan yang berkaitan dengan kegiatan HUT TNI.
Kesiapan tersebut menunjukkan bahwa kepadatan kendaraan telah menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan dalam penyelenggaraan kegiatan berskala besar di kawasan Monas.
Namun, keberadaan kantong parkir dan petugas di lapangan tetap membutuhkan kerja sama dari pengunjung agar kendaraan tidak ditempatkan sembarangan.
Masyarakat perlu memperhatikan lokasi parkir
Bagi masyarakat yang datang menggunakan sepeda motor, lokasi parkir menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Parkir di trotoar mungkin terlihat praktis karena lokasinya dekat dengan area kegiatan. Namun, tindakan tersebut dapat mengganggu hak pejalan kaki dan berujung pada penertiban oleh petugas.
Pengunjung sebaiknya mengikuti arahan petugas serta menggunakan lokasi parkir yang telah disediakan. Dengan demikian, kendaraan tetap berada di tempat yang sesuai dan masyarakat dapat berjalan kaki dengan lebih leluasa.
Terlebih, TNI Fair berlangsung di kawasan yang cukup luas dan diperkirakan terus didatangi masyarakat selama kegiatan berlangsung.
TNI Fair menghadirkan beragam atraksi
Tingginya antusiasme terhadap TNI Fair tidak terlepas dari banyaknya kegiatan yang ditawarkan.
Selain pameran alutsista, acara tersebut menghadirkan expo inovasi teknologi militer, pameran komunitas dan kendaraan klasik, informasi pendaftaran TNI, bakti kesehatan, pembagian sembako, makanan gratis, serta panggung hiburan.
Pada 20 September 2026, rangkaian kegiatan juga diisi dengan TNI Run 10K, TNI Run 5K, dan Fun Walk. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.
Dengan agenda yang beragam, tidak mengherankan jika masyarakat dari berbagai kelompok usia datang ke kawasan Monas.
Sejumlah keluarga bahkan membawa anak-anak untuk melihat kendaraan tempur dan perlengkapan TNI secara langsung. Pengunjung juga terlihat mengabadikan momen di sekitar alutsista yang dipamerkan.
Trotoar harus tetap menjadi ruang pejalan kaki
Peristiwa kendaraan memenuhi trotoar menjadi pengingat bahwa penyelenggaraan kegiatan besar membutuhkan pengaturan ruang publik yang baik.
Trotoar memiliki fungsi penting bagi masyarakat yang berjalan kaki. Ketika kendaraan bermotor menggunakan ruang tersebut untuk parkir, akses pejalan kaki dapat terganggu.
Karena itu, penertiban yang dilakukan Dishub tidak hanya berkaitan dengan kendaraan yang melanggar aturan parkir, tetapi juga menyangkut upaya menjaga fungsi fasilitas umum.
Di sisi lain, pengunjung juga memiliki peran untuk membantu menjaga ketertiban. Menggunakan tempat parkir yang tersedia dan mengikuti arahan petugas merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan.
Penertiban menjadi bagian dari pengelolaan kawasan
Tindakan cabut pentil terhadap 80 sepeda motor di trotoar IRTI Monas menjadi salah satu catatan dalam pelaksanaan TNI Fair 2026.
Antusiasme masyarakat terhadap acara tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola kawasan dan petugas. Jumlah pengunjung yang besar harus diimbangi dengan pengaturan lalu lintas, parkir, serta akses pejalan kaki.
Dengan adanya koordinasi antara TNI, Polri, Dishub, dan Satpol PP, pengelolaan kawasan Monas diharapkan dapat berlangsung lebih tertib selama seluruh rangkaian kegiatan.
Bagi masyarakat yang masih ingin mengunjungi TNI Fair, memperhatikan aturan parkir menjadi hal yang tidak kalah penting dibandingkan menikmati berbagai kegiatan di dalam acara.
TNI Fair 2026 sendiri menjadi salah satu agenda publik dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI. Acara tersebut mempertemukan masyarakat dengan berbagai perlengkapan, kegiatan sosial, teknologi, dan atraksi TNI dalam suasana terbuka.
Sementara itu, penertiban di kawasan IRTI menunjukkan bahwa tingginya antusiasme masyarakat tetap perlu diimbangi dengan kepatuhan terhadap aturan penggunaan ruang publik. Dengan parkir di lokasi yang sesuai, pengunjung dapat mengikuti kegiatan tanpa mengganggu akses masyarakat lainnya.

